Pemko Padang Panjang Evaluasi Rehab Rekon Pascabencana Bersama Kemenko PMK

  • 30 Sep 2026 19:29 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Pemerintah Kota Padang Panjang bersama Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) mengevaluasi pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab rekon) pascabencana, Rabu, 30 September 2026. Evaluasi dilakukan melalui rapat koordinasi, pengisian awal instrumen monitoring dan evaluasi (monev), serta peninjauan lapangan.

Kegiatan berlangsung di Ruang VIP Lantai II Balai Kota Padang Panjang dan membahas perkembangan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) serta pemanfaatan Dana Transfer ke Daerah (TKD). Tim Monev Kemenko PMK bersama Pemerintah Kota Padang Panjang melakukan evaluasi untuk melihat perkembangan program pemulihan, mengidentifikasi kendala, serta memastikan pelaksanaan rehab rekon sesuai kebutuhan masyarakat dan ketentuan yang berlaku. Lima sektor menjadi perhatian dalam evaluasi tersebut, yakni infrastruktur, sosial, ekonomi, perumahan, serta lintas sektor.

Selain itu, evaluasi diarahkan untuk melihat perkembangan R3P dan pemanfaatan TKD dalam mendukung proses pemulihan pascabencana. Asisten II Setdako Padang Panjang, Indra Gusnady, mengatakan evaluasi bersama diperlukan untuk memastikan program rehab rekon berjalan secara terarah dan terukur serta memberikan manfaat bagi masyarakat terdampak.

“Melalui koordinasi dan evaluasi bersama ini, kami dapat melihat secara lebih jelas progres yang telah dicapai, sekaligus mengidentifikasi apa saja yang masih menjadi kendala. Hal ini penting agar setiap tahapan penanganan pascabencana dapat dilaksanakan secara tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Tim Monev Kemenko PMK, Hotman Irwandy mengatakan, evaluasi dilakukan untuk memperoleh gambaran langsung mengenai perkembangan pelaksanaan rehab rekon di daerah. Menurutnya, evaluasi tidak hanya mencakup pembangunan fisik, tetapi juga aspek sosial, ekonomi, perumahan, serta sektor lain yang berkaitan dengan pemulihan masyarakat pascabencana.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memperoleh gambaran yang utuh mengenai progres rehabilitasi dan rekonstruksi di Padang Panjang. Selain itu, termasuk berbagai persoalan yang masih membutuhkan perhatian dan tindak lanjut,” katanya.

Hotman menambahkan, data dan informasi yang diperoleh melalui pengisian instrumen monev dan peninjauan lapangan akan menjadi bahan untuk melihat perkembangan penanganan pascabencana secara lebih menyeluruh. Evaluasi tersebut turut dihadiri Tim Monev Kemenko PMK beserta anggota, jajaran organisasi perangkat daerah terkait, serta para camat. Hasil evaluasi diharapkan menjadi bahan koordinasi untuk mempercepat tindak lanjut program pemulihan pascabencana di Kota Padang Panjang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....