Risiko Bencana Tinggi, Padang Perkuat Kesiapsiagaan Masyarakat
- 30 Sep 2026 18:54 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang – Penguatan kesiapsiagaan masyarakat menjadi salah satu langkah penting Kota Padang dalam mengurangi dampak bencana. Sebab daerah ini memiliki risiko bencana yang tinggi.
“Masyarakat Kota Padang perlu memahami langkah yang harus dilakukan ketika bencana terjadi. Termasuk mengetahui jalur dan lokasi evakuasi,” kata Sekretaris Utama (Sestama) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Rustian usai Peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Kota Padang, Rabu, 30 September 2026.
Menurutnya, kesiapsiagaan masyarakat menjadi semakin penting karena ancaman bencana di Kota Padang tidak hanya berupa gempa bumi. Akan tetapi juga dapat diikuti dengan berbagai dampak lainnya, termasuk likuifaksi.
“Jadi ini memperingatkan kita semua, jika terjadi bencana yang sama masyarakat sudah mengetahui di mana jalur evakuasi. Di mana tempat evakuasi,” ujarnya.
Ia menilai, pengalaman Kota Padang dalam menghadapi berbagai kejadian bencana harus terus menjadi pembelajaran bagi masyarakat dan generasi berikutnya. Menurutnya, upaya tersebut merupakan bagian dari proses membangun budaya kesiapsiagaan di daerah yang memiliki risiko bencana tinggi.
Ia juga mengapresiasi langkah Kota Padang dalam memaknai berbagai peristiwa kebencanaan. Menurutnya, setiap kejadian bencana berskala besar dapat menjadi pembelajaran yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
“Peradaban semakin maju, sehingga setiap event kebencanaan yang skalanya masif, itu ada yang bisa dikenang oleh generasi ke generasi. Ini juga penting,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Padang Fadly Amran mengatakan pemerintah daerah telah banyak belajar dari gempa bumi 30 September 2009 lalu serta berbagai bencana banjir yang terjadi dalam sepuluh tahun terakhir. Pembelajaran tersebut, menurutnya, kemudian diterjemahkan ke dalam berbagai langkah kontingensi dan menjadi bagian dari visi pembangunan Kota Padang melalui program Padang Sigap.
“Kesiapsiagaan tidak hanya berkaitan dengan pembangunan infrastruktur yang kuat. Namun juga membutuhkan perencanaan, koordinasi, serta komunikasi yang baik antara pemerintah, seluruh pemangku kepentingan, dan masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, keterlibatan seluruh unsur tersebut diperlukan untuk menghadapi potensi risiko bencana yang tinggi di Kota Padang. Pengalaman menghadapi sejumlah bencana dalam beberapa waktu terakhir juga menjadi dasar bagi pemerintah untuk terus memperbaiki kesiapsiagaan.
“Kami berharap upaya mitigasi dan kesiapsiagaan yang dilakukan secara bersama dapat mengurangi risiko sekaligus meminimalkan dampak ketika bencana terjadi di Kota Padang. Penguatan kesiapsiagaan masyarakat terus kita lakukan,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....