UNP Berikan Pendampingan Psikososial Perkuat Kemandirian Remaja Pascabencana
- 11 Sep 2026 14:24 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Remaja di wilayah terdampak bencana membutuhkan dukungan psikologis agar mampu bangkit dan beradaptasi dengan kondisi pascabencana. Penguatan kemampuan berpikir rasional dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk membantu remaja mengambil keputusan dan menghadapi berbagai tantangan secara mandiri.
Hal tersebut menjadi perhatian Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Padang (UNP) melalui skema Program Integrasi Program Studi dan Nagari (PIPN) di Nagari Salareh Aia, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Tim yang beranggotakan Dr. Triave Nuzila Zahri, M.Pd., Kons., Dr. Frischa Meivilona Yendi, M.Pd., Kons., Dr. Verlanda Yuca, M.Pd., Kons., Adnan Arafani, M.Ed., Kons. memberikan pendampingan psikososial dengan pendekatan Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) kepada remaja di wilayah tersebut.
Kegiatan dilaksanakan pada Rabu, 9 September 2026, di Kantor Wali Nagari Salareh Aia dan SMA Negeri 2 Palembayan. Kegiatan mendapat dukungan dari Wali Nagari Salareh Aia Rijal Islami T., S.Kom., Kepala SMA Negeri 2 Palembayan Maizi Aprieldi, S.E., serta Ketua kegiatan Dr. Lisa Putriani, M.Pd., Kons.
Pendampingan menghadirkan Dr. Indah Sukmawati, M.Pd., Kons. dan Dr. Lisa Putriani, M.Pd., Kons. sebagai narasumber. Materi yang diberikan mencakup penguatan kemandirian remaja serta pemahaman mengenai pemikiran rasional dan irasional dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan.
"Melalui pendekatan REBT, kami mengajak remaja mengenali pemikiran atau keyakinan yang tidak rasional yang muncul setelah mengalami bencana. Pemikiran tersebut kemudian diarahkan menjadi keyakinan yang lebih rasional dan adaptif sehingga remaja memiliki cara pandang yang lebih positif dalam menghadapi kondisi pascabencana," ujar Indah.

Kemandirian yang menjadi sasaran pendampingan mencakup lima karakteristik. Yakni kemampuan mengenal diri dan lingkungan, menerima diri dan lingkungan secara positif dan dinamis, mengambil keputusan, mengarahkan diri, serta mengaktualisasikan diri.
Lebih lanjut Dr. Indah mengungkapkan hasil pendampingan menunjukkan adanya perubahan pola berpikir pada remaja yang mengikuti konseling kelompok. Peserta mulai mampu mengidentifikasi pemikiran irasional yang muncul terkait pengalaman bencana dan mengubahnya menjadi pemikiran yang lebih rasional.
Sekitar 70 persen remaja peserta telah mencapai indikator kemandirian dalam aspek kemampuan mengambil keputusan. Capaian tersebut menunjukkan adanya perkembangan positif dari proses pendampingan psikososial yang telah dilakukan.
Meski demikian, pendampingan lanjutan masih diperlukan agar remaja dapat mengembangkan aspek kemandirian lainnya secara lebih optimal. Dukungan berkelanjutan diharapkan mampu membantu mereka menghadapi berbagai tantangan kehidupan pascabencana dengan lebih mandiri dan adaptif.
Kegiatan tersebut sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera. Selain itu, kegiatan berkontribusi terhadap SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDG 10 tentang Berkurangnya Kesenjangan melalui penguatan kapasitas serta akses dukungan psikososial bagi remaja di wilayah terdampak bencana.

Melalui pendampingan ini, perguruan tinggi diharapkan terus berkontribusi dalam membangun masyarakat yang tangguh, tidak hanya melalui peningkatan pengetahuan, tetapi juga penguatan kapasitas psikologis dan sosial. Remaja di Nagari Salareh Aia diharapkan tumbuh menjadi generasi yang mandiri, tangguh, adaptif, serta mampu mengambil keputusan secara rasional dalam menghadapi tantangan di masa mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....