Dorong Mekanisasi dan Kemandirian, UNP Hadirkan Cultivator untuk Petani Jagung

  • 19 Sep 2026 05:38 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Agam-Kesulitan dalam pengolahan dan pengemburan tanah masih menjadi persoalan yang dialami kelompok petani jagung di Jorong IV Nagari Garagahan, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam. Menyikapi hal tersebut, tim Universitas Negeri Padang (UNP) menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat, tim dosen dan mahasiswa UNP melaksanakan program penerapan teknologi cultivator kompak untuk mendukung proses pengolahan lahan jagung bagi Kelompok Tani Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) di Jorong IV Nagari Garagahan, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam. Kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa, 15 September 2026 ini merupakan bagian dari Program Pengabdian UNP Berdampak (PPUB) dengan Pendekatan Multidisiplin Kemitraan Masyarakat (PMKM).

Pengabdian mengangkat tema “Model Pengabdian Berdampak melalui Penerapan Teknologi Cultivator Kompak dalam Transformasi Pengolahan Lahan Jagung di Nagari Garagahan”. Kegiatan dirancang untuk memberikan solusi terhadap persoalan pengolahan lahan pertanian yang selama ini menjadi salah satu kendala petani, khususnya pada lahan yang sulit dijangkau oleh mesin pertanian berukuran besar.

Salah satu agenda utama kegiatan adalah penyerahan satu unit cultivator atau mesin penggembur tanah rotary kepada kelompok tani. Berdasarkan berita acara serah terima, cultivator tersebut menggunakan motor bensin empat langkah dengan daya 8 HP, sistem recoil starter, kapasitas tangki sekitar empat liter, serta diserahkan dalam kondisi baik, lengkap, dan berfungsi. Alat tersebut diharapkan dapat membantu petani mempercepat proses penggemburan tanah sekaligus mengurangi penggunaan tenaga manual dalam pengolahan lahan jagung.

Penyerahan satu unit cultivator atau mesin penggembur tanah rotary dari Tim Pengabdian UNP kepada Kelompok Tani Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) di Jorong IV Nagari Garagahan, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam (Foto: Tim Pengabdian UNP)

Tim pengabdian dipimpin Dr. Junil Adri, S.Pd., M.Pd.T. Kegiatan ini juga melibatkan Irma Leilani Eka Putri, S.Si.; M.Si., Dr. Lili Dasa Putri, S.Pd.; M.Pd.; dan Donny Fernandez, S.Pd., M.Sc. sebagai anggota tim pengabdian. Kolaborasi multidisiplin tersebut memungkinkan kegiatan tidak hanya berfokus pada aspek teknologi mesin, tetapi juga memperhatikan aspek pertanian, pemberdayaan masyarakat, penguatan kelembagaan kelompok, serta keberlanjutan pemanfaatan teknologi.

Junil Adri mengatakan, permasalahan pengolahan lahan menjadi perhatian tim karena proses penggemburan tanah secara manual membutuhkan waktu dan tenaga kerja yang relatif besar. Selain itu, keterlambatan pengolahan lahan dapat memengaruhi ketepatan waktu tanam.

“Melalui penerapan cultivator kompak, petani diharapkan mampu bekerja lebih efisien, terutama pada lahan pertanian yang memiliki akses terbatas dan kurang sesuai untuk penggunaan traktor berukuran besar. Program juga diarahkan untuk meningkatkan kemampuan kelompok dalam mengoperasikan, merawat, dan mengelola alat secara bersama,” ucapnya.

Tidak hanya memberikan teknologi, tim pengabdian juga mendorong kelompok tani untuk menerapkan tata kelola penggunaan alat yang baik. Dalam dokumen program dirancang adanya sistem penjadwalan pemakaian, penunjukan operator, pencatatan penggunaan melalui buku log, perawatan rutin, serta mekanisme pemeliharaan bersama. Dengan sistem tersebut, cultivator diharapkan tidak hanya memberikan manfaat dalam jangka pendek, tetapi dapat menjadi aset produktif kelompok tani yang dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Selain dosen, kegiatan tersebut turut melibatkan mahasiswa, yaitu Serly Indriani, Hendry Simamora, dan Kholiq Mayfino. Mahasiswa berperan dalam mendukung proses teknis, pendampingan, dokumentasi, uji fungsi alat, serta berbagai kegiatan lapangan bersama masyarakat. Pelibatan mahasiswa menjadi bagian penting karena kegiatan pengabdian sekaligus menjadi sarana pembelajaran langsung bagi mahasiswa dalam menerapkan ilmu dan keterampilan untuk menyelesaikan persoalan nyata di tengah masyarakat.

Peragaan cara pemakaian satu unit cultivator atau mesin penggembur tanah rotary (Foto: Tim Pengabdian UNP)

Bagi tim pengabdian UNP, keberhasilan kegiatan bukan hanya ditandai dengan terserahkannya sebuah mesin kepada masyarakat. Hal yang lebih penting adalah bagaimana teknologi tersebut digunakan, dipelihara, dan memberikan dampak dalam meningkatkan efisiensi kerja petani. Program ini juga dirancang dengan monitoring dan evaluasi agar manfaat penggunaan cultivator dapat diamati berdasarkan waktu pengolahan lahan, kebutuhan tenaga kerja, biaya produksi, dan keberlanjutan pengelolaan alat oleh kelompok.

Mitra kegiatan adalah Kelompok Tani P3A Jorong IV Nagari Garagahan yang diketuai Farmali Yandri. Kegiatan juga mendapat dukungan dari Pemerintah Nagari Garagahan dan diketahui oleh Wali Nagari Garagahan, Darmalion, S.Sos., M.M. Sinergi antara perguruan tinggi, kelompok tani, masyarakat, mahasiswa, dan pemerintah nagari menjadi salah satu unsur penting dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan program.

Menurut Farmali Yandri, teknologi yang diberikan sangat relevan dengan kebutuhan mereka, terutama dalam membantu proses pengolahan tanah yang selama ini membutuhkan tenaga dan waktu cukup besar. Pemerintah nagari juga menyampaikan apresiasi terhadap kehadiran perguruan tinggi yang secara langsung ikut membantu mencari solusi terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat pertanian.

“Kami berharap kerja sama dengan UNP dapat terus dilanjutkan. Kami berharap adanya kegiatan pengabdian berikutnya yang kembali berangkat dari permasalahan nyata para petani, baik dalam aspek teknologi pertanian, pengolahan hasil, peningkatan produktivitas, manajemen kelompok, maupun pengembangan usaha pertanian,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....