PJJ Butuh Perencanaan dan Pekuat Komunikasi Sekolah dan Orang Tua
- 19 Sep 2026 14:27 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang – Pembelajaran jarak jauh atau PJJ membutuhkan perencanaan yang matang agar tidak berdampak terhadap kualitas proses pendidikan. Perencanaan tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah dan guru, tetapi juga perlu melibatkan orang tua yang mendampingi anak belajar di rumah.
Guru Besar Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang (UNP) Profesor Jamaris Jamna mengatakan, pelaksanaan suatu kegiatan tanpa perencanaan yang baik berpotensi menghasilkan capaian yang tidak sesuai harapan. Kondisi tersebut juga berlaku dalam penerapan PJJ yang dilakukan secara tiba-tiba akibat kondisi tertentu.
“Ketika PJJ tidak dipersiapkan dengan baik, berbagai persoalan dapat muncul, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah. Salah satunya berkaitan dengan kesiapan orang tua dalam mendampingi anak mengikuti pembelajaran,” katanya saat menjadi narasumber di RRI Padang, Sabtu, 19 September 2026.
Ia menjelaskan, tidak semua orang tua memiliki waktu yang cukup untuk mendampingi anak belajar di rumah. Terutama bagi orang tua yang masih harus bekerja di kantor, sementara anak yang masih berada di jenjang TK maupun SD membutuhkan pendampingan lebih banyak.
Kondisi tersebut, menurutnya, dapat menjadi dilema bagi orang tua. Di satu sisi mereka harus menjalankan pekerjaan, sementara di sisi lain harus memastikan anak tetap mengikuti pembelajaran selama berada di rumah.
“Selain persoalan waktu, komunikasi antara sekolah dan orang tua juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan PJJ. Sekolah perlu memberikan pemahaman yang jelas mengenai pembelajaran yang akan dilakukan serta peran yang diharapkan dari orang tua,” katanya.
Profesor Jamaris mengatakan, orang tua dapat mengalami kesulitan ketika tiba-tiba menerima berbagai tugas sekolah tanpa adanya komunikasi dan persiapan sebelumnya. Ketidaksiapan tersebut kemudian dapat menjadi salah satu kendala dalam pelaksanaan pembelajaran di rumah.
“Pembagian waktu antara pekerjaan dan pendampingan anak juga perlu menjadi perhatian. Bahkan ketika orang tua bekerja dari rumah atau WFH, mereka tetap harus membagi perhatian antara tanggung jawab pekerjaan dan kebutuhan anak untuk belajar,” ujarnya.
Ia menambahkan, bentuk tugas dan media pembelajaran yang diberikan sekolah juga perlu disesuaikan dengan kondisi pembelajaran di rumah. Sebab, fasilitas dan pendampingan yang tersedia di sekolah belum tentu dapat ditemukan dengan kondisi yang sama ketika siswa belajar di rumah.
“Sejumlah faktor tersebut perlu diantisipasi agar penerapan PJJ tidak berujung pada penurunan kualitas pembelajaran. Pengalaman PJJ yang kembali diterapkan saat ini perlu menjadi bahan evaluasi untuk membangun pola pembelajaran jarak jauh yang lebih siap jika kembali dibutuhkan,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....