Seleksi Wali Nagari Pasaman Barat Dijaga Transparan

  • 23 Agt 2026 03:12 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang – Seleksi bakal calon wali nagari di Kabupaten Pasaman Barat menggunakan sistem Computer Based Test (CBT) untuk menjaring lima peserta terbaik di masing-masing nagari. Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat memastikan proses seleksi berlangsung secara transparan, objektif dan memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh peserta.

Sekretaris Daerah Kabupaten Pasaman Barat Doddy San Ismail mengatakan sistem CBT menjadi salah satu tahapan penting dalam menentukan bakal calon wali nagari. Menurutnya, hasil ujian sepenuhnya ditentukan kemampuan peserta tanpa adanya intervensi dalam proses penilaian.

“Ujian ini tidak ada satu pun permainan, semuanya fair. Kami bisa menyaksikan setiap jawaban yang Bapak dan Ibu jawab. Semuanya disaksikan secara langsung,” katanya saat meninjau pelaksanaan ujian di SMK Negeri 1 Pasaman, Sabtu, 22 Agustus 2026.

Ia menjelaskan, pelaksanaan ujian dilakukan dengan sistem pemantauan secara langsung atau live. Setiap peserta diberikan waktu sekitar 90 menit untuk menyelesaikan 100 soal yang telah disiapkan panitia.

“Hari ini kita melaksanakan sesi pertama untuk Bapak dan Ibu yang nantinya akan mengikuti proses seleksi untuk menentukan lima besar sebagai calon wali nagari di nagari masing-masing,” ujarnya.

Untuk menjaga objektivitas, panitia menyiapkan sekitar 1.000 variasi soal yang digunakan dalam beberapa sesi. Materi soal dibuat berbeda pada setiap sesi sehingga peserta tidak memiliki kesempatan untuk mengetahui keseluruhan soal yang akan diujikan.

Doddy meminta peserta tidak terpengaruh informasi dari luar yang dapat mengganggu konsentrasi selama mengikuti ujian. Ia mengajak seluruh peserta mengerjakan soal dengan serius, jujur dan bertanggung jawab serta menerima hasil sebagai bagian dari proses seleksi.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari (DPMN) Kabupaten Pasaman Barat Syaikhul Putra mengatakan seleksi CBT tersebut diikuti 147 peserta dari 22 nagari. Pelaksanaan ujian berlangsung dalam lima sesi selama dua hari sesuai jadwal yang telah ditetapkan panitia.

Menurut Syaikhul, pembagian peserta ke dalam beberapa sesi dilakukan untuk menjaga ketertiban pelaksanaan sekaligus memastikan fasilitas komputer dapat digunakan secara optimal. Hasil CBT nantinya menjadi salah satu dasar untuk menentukan peserta yang masuk lima besar dalam proses pencalonan wali nagari.

“Hasil CBT akan menjadi salah satu tahapan penting dalam menentukan peserta yang masuk lima besar. Nantinya untuk mengikuti proses pencalonan wali nagari di wilayah masing-masing,” ujar Syaikhul.

Pelaksanaan seleksi tersebut diharapkan dapat menghasilkan bakal calon wali nagari yang memenuhi kriteria berdasarkan kemampuan dan hasil ujian. Pemerintah daerah juga meminta seluruh peserta menghormati proses yang telah ditetapkan hingga tahapan Pilwana selesai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....