Dosen PGSD UNP Latih Guru SD V Koto Kampung Manfaatkan Deep Learning dan AI
- 26 Agt 2026 06:40 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Sebanyak 74,2 persen guru sekolah dasar di Kecamatan V Koto Kampung Dalam, Kabupaten Padang Pariaman, belum memahami konsep deep learning atau pembelajaran mendalam. Sementara itu, 77,4 persen guru juga belum memahami pemanfaatan kecerdasan buatan atau AI untuk mendukung proses pembelajaran.
Kondisi tersebut mendorong dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Negeri Padang (UNP) memberikan pelatihan kepada guru kelas II SD melalui Program Integrasi Prodi dan Nagari (PIPN). Pelatihan difokuskan pada implementasi perangkat pembelajaran berbasis deep learning serta pemanfaatan AI secara tepat dalam kegiatan belajar mengajar.
Ketua Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) PGSD UNP, Dra. Reinita, M.Pd., pada Selasa 25 Agustus 2026 mengatakan, pelatihan dirancang tidak hanya untuk memberikan pemahaman teoritis, tetapi juga keterampilan praktis kepada guru. Guru dilatih menyusun perangkat pembelajaran yang dapat mengintegrasikan pendekatan pembelajaran mendalam dan teknologi AI.
“Guru tidak hanya perlu memahami konsep deep learning. Mereka juga harus mampu menerapkannya dalam perangkat dan praktik pembelajaran di kelas,” ujarnya.

Ia menyebut, hasil survei awal menjadi salah satu dasar pelaksanaan pelatihan tersebut. Rendahnya pemahaman guru terhadap deep learning dan AI dinilai perlu direspons melalui peningkatan kompetensi agar teknologi dapat dimanfaatkan secara tepat dalam pembelajaran.
Dalam pelatihan, guru mendapatkan materi mengenai transformasi pembelajaran, konsep deep learning, perencanaan pembelajaran, pembelajaran inovatif di sekolah dasar, serta pemanfaatan AI untuk merancang perangkat dan media pembelajaran. Peserta juga diberikan kesempatan untuk mempraktikkan penggunaan AI dalam mengembangkan bahan ajar, Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), media pembelajaran, dan asesmen.
Tim PKM menekankan bahwa pemanfaatan AI bukan untuk menggantikan peran guru dalam proses pendidikan. Teknologi tersebut justru diarahkan sebagai alat bantu untuk meningkatkan efektivitas, kreativitas, dan kualitas perencanaan pembelajaran.
Salah seorang peserta, Imelina Junita Shara, S.Pd., mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru melalui pelatihan tersebut. Menurutnya, pemanfaatan AI yang diajarkan dapat membantu guru menyelesaikan berbagai kebutuhan administrasi pembelajaran dengan lebih mudah.
“Banyak ilmu yang kami dapatkan dari pelatihan yang diadakan oleh dosen PGSD UNP. Dengan kemudahan memanfaatkan AI dan trik yang diajarkan, kami tidak terlalu terbebani lagi dengan administrasi kurikulum,” tuturnya.
Imelina berharap, pelatihan serupa dapat kembali dilaksanakan pada tahun berikutnya, khususnya bagi guru kelas II. Ia menilai pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dapat langsung diterapkan untuk mendukung pembelajaran di sekolah.
Program pelatihan tersebut merupakan bagian dari PIPN melalui kegiatan PKM Departemen PGSD UNP yang dilaksanakan di Kecamatan V Koto Kampung Dalam. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu 19 Agustus 2026 di Sekretariat MKKS Kecamatan V Koto Kampung Dalam itu mendapat apresiasi dari Ketua KKKS Jimmi Erianto Putra dan Pengawas SD Tanti Febrianty. Materi disampaikan oleh tim PKM yang terdiri dari Dra. Reinita, M.Pd., Masniladevi, S.Pd., M.Pd., Dr. Leni Zahara, S.Pd., M.Pd., Mansurdin, S.Sn., M.Hum., Dr. Dina Amsari, M.Pd., Aissy Putri Zulkarnaini, M.Pd., dan Ummiatul Fitri, M.Pd.
Melalui program PIPN tersebut, tim PKM berharap guru semakin siap mengimplementasikan deep learning dan AI secara bijak sehingga pembelajaran di sekolah dasar menjadi lebih bermakna, berkesadaran dan menyenangkan bagi peserta didik. Kegiatan ini sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDG) 4: Quality Education (Pendidikan Bermutu) melalui penguatan kompetensi guru dan peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah dasar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....