Hilangkan Trauma Pascabencana, Guru BK Kabupaten 50 Kota Dibekali Pelatihan BEAC

  • 13 Sep 2026 09:16 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Padang (BK FIP UNP) menyelenggarakan Pelatihan Konseling Biblio-Expressive Art Creative (BEAC) bagi guru bimbingan dan konseling (BK) se-Kabupaten Limapuluh Kota. Kegiatan ini diinisiasi untuk membekali Guru BK dalam mereduksi trauma akibat bencana alam pada siswa sekolah menengah.

Pelatihan yang dilaksanakan pada Rabu, 9 September 2026 ini diikuti 61 orang peserta yang tergabung dalam Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) tingkat SMP se-Kabupaten Limapuluh Kota. Kegiatan dibuka Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Limapuluh Kota, Antoni, S.Pd., M.Pd.

Ketua Tim Pengabdian, Dr. Puji Gusri Handayani, M.Pd., Kons., mengatakan bahwa kegiatan ini hadir sebagai respons atas tingginya potensi bencana alam di Kabupaten Limapuluh Kota, mulai dari banjir, tanah longsor, kebakaran hutan dan lahan, hingga angin kencang, yang selama ini berdampak tidak hanya secara fisik tetapi juga pada kesehatan mental siswa. Kecemasan berkelanjutan, gangguan tidur, dan rasa takut berlebih yang dialami siswa pascabencana.

“Kondisi gangguan Kesehatan mental pascabencana belum tertangani secara optimal karena keterbatasan keterampilan guru BK dalam menangani trauma akut. Melalui pelatihan ini, guru BK diharapkan mampu memberikan intervensi dini yang tanggap dan tepat sasaran bagi siswa yang membutuhkan pendampingan psikososial di sekolah,” ucapnya, Minggu 13 September 2026.

Pelatihan BEAC dirancang secara sistematis dengan memadukan pendekatan biblioterapi dan expressive arts therapy, meliputi materi konsep dasar trauma, bibliokonseling, expressive drawing, expressive writing, journaling, hingga expressive pattern. Rangkaian materi disampaikan agar guru BK tidak hanya memahami konsep secara teoritis, tetapi juga mampu mempraktikkan setiap teknik secara langsung.

Kegiatan ini digagas oleh Dosen UNP yang dipimpin Dr. Puji Gusri Handayani, M.Pd., Kons., bersama anggota tim Dr. Lise Asnur, M.Pd., Dr. Firnando Sabetra, M.Pd., dan Dr. Rahmi Dwi Febriani, M.Pd. Kemudian juga melibatkan mahasiswa Prodi Bimbingan dan Konseling sebagai bagian dari implementasi program pengabdian masyarakat.

Kegiatan ini merupakan salah satu wujud nyata kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam mendukung pemulihan psikososial masyarakat di wilayah rawan bencana. Tim pengabdian berharap pelatihan ini dapat memberikan dampak berkelanjutan melalui pendampingan lanjutan kepada guru BK di sekolah masing-masing, serta mendorong MGBK Kabupaten Lima Puluh Kota menjadi pusat pelatihan berkelanjutan bagi peningkatan layanan bimbingan dan konseling pascabencana.

Program pengabdian ini selaras dengan sejumlah agenda pembangunan nasional. Dari sisi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Kegiatan ini mendukung SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui intervensi kesehatan mental dini bagi siswa korban bencana, SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dengan memastikan proses belajar siswa tetap optimal tanpa gangguan psikologis, serta SDG 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan) melalui penguatan ketahanan masyarakat di wilayah rawan bencana.

Kegiatan ini juga sejalan dengan Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi, yakni IKU 1 tentang peningkatan mutu dan relevansi pendidikan melalui penguatan kompetensi guru BK. Lalu IKU 3 tentang peningkatan akses dan partisipasi pendidikan melalui pencegahan putus sekolah akibat trauma pascabencana. Selain itu, program ini turut mendukung Asta Cita, khususnya butir Indonesia Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong Royong, melalui penguatan kolaborasi dan kepedulian komunitas sekolah dalam menghadapi dampak psikososial bencana alam.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....