Inovasi Penguatan Branding Kuliner Tradisional Padang lewat Pemasaran Digital

  • 11 Agt 2026 14:12 WIB
  •  Padang
Poin Utama
  • Dinas Koperasi dan UKM terus mendorong penguatan branding serta digitalisasi para pelaku kuliner lokal.
  • Aktivitas promosi melalui fitur status aplikasi WhatsApp terbukti sangat efektif dalam menjaring pesanan kuliner secara langsung setiap hari.
  • Kehadiran ajang bazar UMKM secara berkala memberikan kesempatan berharga bagi produsen untuk memperkenalkan produk makanan basah khas daerah.

RRI.CO.ID, Padang - Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Koperasi dan UKM terus mendorong penguatan branding serta digitalisasi para pelaku kuliner lokal. Langkah strategis tersebut dibahas secara mendalam dalam program siaran interaktif UMKM Bicara di radio RRI Pro 1 Padang.

Dialog yang disiarkan pada Senin, 10 Agustus 2026 tersebut menghadirkan pemilik Badaceh Snack and Catering yaitu Dian Ekanita langsung di Studio Pro 1 Padang. Narasumber lain yang turut memberikan materi adalah seorang pendamping UMKM wilayah Kuranji dari dinas setempat bernama Mulyani Zaira.

Dian Ekanita membagikan pengalaman berharga mengenai inovasi resep tradisional khas Solok seperti kue pudiang dan podang manis. Produk olahan bernilai sejarah tinggi itu disajikan dengan kombinasi kuah rempah beraroma cengkeh serta nanas segar nan nikmat.

Inovasi cita rasa terus dilakukan agar jajanan pasar khas daerah mampu bersaing di tengah maraknya kuliner kekinian modern. Pemilik usaha juga memproduksi aneka kreasi kembang goyang gurih pedas serta pesanan katering rumahan bagi para konsumen setia.

Kebutuhan pengurusan legalitas menjadi perhatian utama Dian sejak awal merintis usaha kuliner rumahannya pada awal bulan Januari lalu. Komunikasi langsung dengan pendamping dinas mempermudah proses pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) secara cepat tanpa hambatan kendala administratif berarti.

Sementara, pendamping UMKM Mulyani Zaira menegaskan bahwa kepemilikan izin NIB menjadi fondasi awal sebelum pelaku UMKM menjalankan pemasaran digital. Izin resmi dan sertifikasi halal dapat memberikan jaminan rasa percaya serta rasa aman bagi seluruh calon konsumen potensial.

Proses pembentukan nama merek usaha yang unik dan menarik sangat berguna agar produk kuliner selalu diingat masyarakat luas. Pemeriksaan hak paten secara daring perlu dilakukan terlebih dahulu untuk mencegah adanya kesamaan nama dengan produk milik orang.

Aktivitas promosi melalui fitur status aplikasi WhatsApp terbukti sangat efektif dalam menjaring pesanan kuliner secara langsung setiap hari. Para pelanggan setia dapat memilih pesanan kegemaran mereka lalu memanfaatkan jasa layanan kurir daring untuk proses pengantaran makanan.

Dinas Koperasi dan UKM Kota Padang juga memfasilitasi program inkubasi bisnis serta siaran langsung promosi di media sosial. Pendampingan secara konsisten diberikan selama empat bulan penuh agar para pelaku usaha semakin percaya diri mengelola ruang digital.

Keterbatasan jumlah tenaga kerja menjadi kendala utama bagi pengusaha mikro yang memproduksi sekaligus memasarkan produk dagangan secara mandiri. Peran serta anggota keluarga sangat dibutuhkan untuk membantu pengelolaan akun media sosial bisnis agar usaha tetap terus berjalan.

Kehadiran ajang bazar UMKM secara berkala memberikan kesempatan berharga bagi produsen untuk memperkenalkan produk makanan basah khas daerah. Edukasi pemasaran secara berkelanjutan terbukti mampu mendongkrak omzet penjualan kuliner tradisional lokal hingga menuju ke pasar yang luas.

Semangat kewirausahaan Dian Ekanita menjadi contoh nyata keberhasilan sinergi antara pelaku usaha dan pihak pendamping pemerintah daerah. Masyarakat Kota Padang kini semakin mengapresiasi keaslian rasa kelezatan katering tradisional berbasis teknologi digital yang kian berkembang pesat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....