Pelajar Bulungan Didorong Cetak Bibit Atlet Berprestasi

  • 12 Agt 2026 17:06 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tanjung Selor – Pemerintah Kabupaten Bulungan mulai memperkuat pembinaan atlet sejak usia sekolah.

Pekan Olahraga Pelajar (POP) tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) menjadi salah satu langkah untuk menjaring sekaligus menguji potensi atlet muda daerah.

Pembukaan kompetisi olahraga prestasi tersebut digelar di Lapangan Sepak Bola Anditjacok, Selasa (11/8/2026) lalu, dipimpin Bupati Bulungan Syarwani, didampingi Wakil Bupati Kilat, dan Sekretaris Daerah Risdianto.

Kompetisi yang digelar Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Bulungan ini mempertandingkan empat cabang olahraga, yakni sepak bola, bola voli, taekwondo dan tenis meja.

Bagi pemerintah daerah, POP bukan sekadar agenda pertandingan antarpelajar. Kompetisi tersebut menjadi bagian penting dari proses pembinaan untuk menemukan atlet potensial yang dapat dipersiapkan menghadapi kompetisi yang lebih tinggi.

Bupati Syarwani menegaskan, pembinaan olahraga tidak boleh dimulai ketika atlet sudah dewasa. Potensi harus ditemukan sejak bangku sekolah, kemudian dibina secara konsisten melalui latihan dan kompetisi yang terukur.

"Semakin banyak ruang kompetisi bagi pelajar, semakin besar peluang Bulungan menemukan talenta olahraga yang mampu mengharumkan nama daerah di tingkat provinsi maupun nasional," kata bupati.

Selain mengejar prestasi, Syarwani menekankan bahwa olahraga harus menjadi sarana membentuk karakter generasi muda.

Disiplin, kerja keras, kepercayaan diri dan sportivitas harus tumbuh bersamaan dengan kemampuan teknis para atlet.

Ia pun meminta seluruh peserta tidak menjadikan hasil pertandingan sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan.

Setiap pertandingan harus menjadi pengalaman untuk mengukur kemampuan sekaligus memperbaiki kekurangan.

Untuk itu, Pemerintah berharap kompetisi tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.

Atlet-atlet yang menunjukkan kemampuan terbaik harus mendapat perhatian dan pembinaan lanjutan agar potensi yang muncul tidak berhenti setelah kompetisi berakhir.

“Menang dan kalah merupakan bagian dari sebuah pertandingan. Yang terpenting adalah menunjukkan kemampuan terbaik, menjaga sportivitas dan menjadikan kompetisi ini sebagai pengalaman untuk terus meningkatkan prestasi,” tutupnya. (rln/*)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....