Pemda Mulai Sasar Opsi TMC Atasi Karhutla di Kaltara

  • 08 Sep 2026 09:59 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tarakan – Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Utara (Kaltara) mulai menyasar opsi teknologi modifikasi cuaca atau hujan buatan.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait telah mengajukan permohonan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Menurut Kepala Stasiun Meteorologi Juwata Tarakan, Muhammad Sulam Khilmi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan sudah mengajukan permohonan modifikasi cuaca ke Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BMPB). Namun hingga saat ini masih menunggu respon dari pemerintah pusat.

"Iya (Kabupaten Bulungan) sudah mengajukan. Tapi belum ada respon BNPB," ujar Sulam Khilmi, Senin (8/9/2026).

Khilmi menegaskan pelaksanaan TMC sepenuhnya menjadi kewenangan pusat. BNPB bertugas menentukan titik operasi, sementara BMKG melakukan supervisi dan analisis data cuaca.

“Jadi dari pusat itu yang melaksanakan operasi. Kalau BMKG biasanya nanti akan menggunakan perangkat-perangkat di tempat, tapi disupervisi. Jadi tetap untuk penandaan itu dari BNPB," jelas Khilmi.

Meski demikian, Khilmi menyatakan pihaknya juga siap membantu apabila ada pemerintah daerah yang siap membiayai kegiatan TMC ini. Sebab diperkirakan butuh anggaran besar untuk melaksanakannya.

“Kalau pemerintah daerah enggak ada yang sanggup? Sebenarnya kalau sanggup, enggak masalah. Kita siap. Misalnya pemerintah daerah punya sumber daya, terus kami siap membiayai. Jadi dengan senang hati, cepat mulai,” kata Khilmi.

Ia menjelaskan jika permohonan disetujui, operasi TMC di Kaltara akan menggunakan pesawat. Biasanya pesawat yang digunakan adalah SMART. Pesawat yang diterjunkan pun sudah dirancang khusus untuk penyemaian awan.

“Sudah dirancang khusus ya pesawatnya untuk TMC. Kalau di sini kita menggunakan SMART,” kata Sulam Khilmi di Tarakan.

Khilmi menyebut radius penyebaran bahan penyemaian tidak dipatok angka pasti. BMKG akan menyesuaikan dengan keberadaan awan potensial di lapangan.

“Ya, tentu menyesuaikan dengan keberadaan bibit awannya. Jadi BNPB yang menetesi di mana keberadaan awan-awannya itu, kemudian didatangi oleh rombongan tim TMC ini ya. Kemudian disebarkan di bibitnya,” jelas Sulam Khilmi.

Mengenai tingkat keberhasilan, Khilmi mengaku belum ada data rinci untuk Kaltara karena belum pernah dilaksanakan. Namun ia mencontohkan pengalaman di Palu, di mana operasi TMC berhasil meningkatkan debit air waduk.

“Secara detail atau pasti saya kurang monitor ya, namun kalau pengalaman ya, saya melihat hasilnya ya, seperti di Palu, itu ketika ada pengisian waduk, mereka melaporkan bahwa setelah TMC, ketinggian waduk itu meningkat,” pungkas Khilmi. (Rajab)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....