Malam Membara, Kebakaran Lahan Melanda Sejumlah Titik di Tarakan

  • 12 Agt 2026 07:51 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tarakan — Kebakaran lahan kembali melanda sejumlah titik di Kota Tarakan akibat cuaca panas dan kekeringan yang melanda wilayah tersebut selama kurang lebih dua minggu terakhir.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tarakan, Yonsep, mengungkapkan bahwa tim gabungan dari BPBD, Dinas Kehutanan, TNI (AD dan AL), Kepolisian, serta relawan Korlakar terus berupaya melakukan penanganan di lapangan, 10 dan 11 Agustus 2026.

Yonsep menjelaskan, kebakaran lahan sempat terjadi di beberapa titik lokasi, di antaranya:

- Wilayah sekitar Universitas Borneo Tarakan (UBT).

- Kawasan RT 14 Pantai Amal (terdiri dari dua titik).

- Wilayah Juata Laut dan Juata Permai.

"Kondisi di Tarakan sangat panas dan mengalami kekeringan hampir dua minggu ini. Hal itu menjadi pemicu utama mudahnya api membakar lahan," ujar Yonsep.

Ia menambahkan, total akumulasi luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 4 hingga 5 hektar. Karakteristik lahan yang didominasi tanah gambut membuat api mudah meluas dan berpotensi muncul kembali meski sempat dipadamkan.

"Sebenarnya tadi malam sudah ada penanganan dan selesai. Namun, karena daerah gambut, kebakaran berulang dan meluas kembali," jelasnya.

Imbauan untuk Warga dan Petani

Guna mencegah kejadian serupa meluas, BPBD Tarakan mengimbau masyarakat, khususnya yang beraktivitas berkebun, untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan tanpa pengawasan.

Yonsep meminta warga untuk melakukan langkah mitigasi, seperti membuat jarak atau sekat bakar (firebreak) antara lahan yang dibersihkan dengan area vegetasi di sekitarnya.

Selain itu, warga diharapkan berkoordinasi sebelum melakukan pembukaan lahan.

"Kami tidak melarang aktivitas berkebun warga, tetapi kami mohon kooperatif. Jika ingin membuka atau membersihkan lahan, tolong hubungi BPBD atau Dinas Kehutanan/KPH terdekat. Cukup hubungi call center 112 untuk meminta bantuan mitigasi, sehingga petugas bisa bersiap dan mendampingi di lokasi sebelum api meluas," imbau Yonsep.

Hingga malam ini, tim gabungan masih terus dikerahkan ke lokasi untuk memastikan seluruh titik api benar-benar padam dan tidak membahayakan pemukiman warga sekitar. (*)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....