Wilayah Karhutla di Kaltara Capai 2.639 Hektare

  • 08 Sep 2026 12:38 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tanjung Selor - Berdasarkan data rekapitulasi, total luas wilayah yang terdampak Karhutla mencapai 2.639,99 hektare. Luasan tersebut terdiri atas Area Penggunaan Lain (APL) 1.900 hektare, Hutan Produksi 737,49 hektare, dan Hutan Lindung 2,50 hektare.

Kabupaten Bulungan menjadi wilayah dengan luasan terdampak terbesar, yakni 2.597,38 hektare, disusul Kota Tarakan 31,86 hektare, Kabupaten Tana Tidung 6,25 hektare, dan Kabupaten Malinau 4,50 hektare.

Bahkan, Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., turun langsung memimpin pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan lahan Selimau, Kecamatan Tanjung Selor, Jumat (4/9/2026).

Dengan mengenakan masker, sepatu keselamatan, dan perlengkapan lapangan, Gubernur Zainal ikut memegang nozzle selang pemadam dan mengarahkan semprotan air ke titik api serta lahan yang masih mengeluarkan asap pekat.

Di sela penanganan, Gubernur Zainal meminta seluruh petugas dan relawan mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Kondisi asap yang pekat dan medan yang berat dinilai membutuhkan kewaspadaan tinggi. “Saya minta semua petugas dan relawan tetap mengutamakan keselamatan dan menjaga kesehatan. Jangan lupa, ada keluarga yang menunggu kita di rumah,” kata Zainal.

Ia juga menegaskan penanganan karhutla membutuhkan kerja sama dan respons cepat seluruh pihak. “Karhutla adalah tanggung jawab kita bersama. Terima kasih kepada semua petugas, relawan dan masyarakat yang terus bekerja memadamkan api,” ujarnya.

Untuk mempercepat penanganan, tim terlebih dahulu melakukan briefing guna membagi tugas, memeriksa arah angin, mencari sumber air, serta menentukan titik kumpul aman atau assembly point.

Teknik pemadaman kemudian disesuaikan dengan karakteristik lahan. Pada lahan mineral, pemadaman dilakukan dengan penyiraman langsung dengan memperhatikan arah angin dan pergerakan api. Sementara pada lahan gambut, petugas menggunakan teknik khusus dengan nozzle gambut yang ditancapkan ke dalam tanah agar air dapat meresap ke lapisan bawah. Teknik ini dilakukan karena api di dalam gambut dapat tetap menyala meskipun permukaan terlihat sudah padam.

Pembasahan dilakukan sedikitnya satu menit pada setiap titik hingga tidak lagi ditemukan asap. Setelah itu, proses pendinginan atau cooling down terus dilakukan untuk memastikan tidak ada bara yang tersisa dan berpotensi menimbulkan kebakaran susulan.

Ratusan personel Brigdal Karhutla juga disiagakan di sejumlah dinas dan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) di Kaltara untuk memperkuat penanganan karhutla. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar guna mencegah meluasnya kebakaran serta menjaga keselamatan dan lingkungan. (Esti)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....