Bahayanya Menindik Tubuh dalam Jumlah Banyak
- 24 Feb 2026 13:02 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tarakan - Tren tindik tubuh tak pernah lekang oleh zaman, khususnya generasi muda. Tidak hanya di telinga, tindik kini dilakukan di berbagai bagian tubuh sebagai bentuk ekspresi diri dan gaya hidup. Namun, terkait perilaku ini, tenaga medis mengingatkan bahwa tindik yang terlalu banyak maupun dilakukan pada titik tertentu dapat menimbulkan risiko kesehatan serius.
Menurut pakar kesehatan kulit dari organisasi profesi seperti American Academy of Dermatology, prosedur tindik sebenarnya merupakan tindakan melukai jaringan tubuh secara sengaja. Karena itu, setiap tindik memiliki potensi infeksi, perdarahan, hingga reaksi alergi terhadap logam perhiasan yang digunakan.
Risiko meningkat ketika seseorang melakukan tindik dalam jumlah banyak atau dalam waktu berdekatan. Tubuh membutuhkan waktu untuk menyembuhkan luka, dan terlalu banyak tindik sekaligus dapat melemahkan sistem pertahanan kulit serta memperbesar kemungkinan infeksi bakteri.
| Baca juga: Stop Seduh Kental Manis Jadi Minuman |
Beberapa komplikasi yang sering terjadi antara lain pembengkakan berkepanjangan, munculnya jaringan parut berlebih atau keloid, hingga infeksi serius yang dapat menyebar ke aliran darah apabila tidak ditangani dengan benar.
Para ahli juga menyoroti sejumlah titik tubuh yang sebaiknya dihindari untuk ditindik karena memiliki risiko medis lebih tinggi.
Pertama, area tulang rawan telinga bagian atas.
Tindik pada bagian ini memiliki aliran darah yang lebih sedikit dibanding daun telinga, sehingga proses penyembuhan lebih lama dan rentan infeksi berat.
Kedua, area hidung bagian dalam atau septum tertentu.
Kesalahan posisi dapat menyebabkan kerusakan jaringan dan gangguan pernapasan.
Ketiga, lidah.
Tindik lidah berisiko menyebabkan pembengkakan hebat, kerusakan gigi, gangguan bicara, bahkan infeksi karena area mulut penuh bakteri.
Keempat, area pusar dan puting.
Bagian ini mudah mengalami iritasi akibat gesekan pakaian serta memiliki waktu penyembuhan yang sangat lama, bahkan hingga berbulan-bulan.
Kelima, area wajah dengan banyak saraf penting, seperti dekat mata atau pipi bagian dalam, yang berpotensi menimbulkan cedera saraf permanen jika prosedur tidak dilakukan oleh tenaga profesional.
Lembaga kesehatan dunia World Health Organization menekankan pentingnya prosedur steril dalam setiap tindakan yang melibatkan penetrasi kulit, untuk mencegah penularan penyakit infeksi, termasuk hepatitis dan infeksi bakteri serius.
Masyarakat diimbau untuk mempertimbangkan aspek kesehatan sebelum mengikuti tren. Jika ingin melakukan tindik, pastikan prosedur dilakukan oleh tenaga profesional, menggunakan alat steril sekali pakai, serta memahami risiko pada setiap titik tubuh.
Memang, ekspresi diri itu penting, namun keselamatan dan kesehatan harus tetap menjadi prioritas utama. RV
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....