Bupati Alarmkan Ancaman Putus Sekolah dan Pergaulan Berisiko Anak di Bulungan
- 07 Jun 2026 12:04 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tanjung Selor - Bupati Bulungan, Syarwani, menyoroti berbagai persoalan yang masih membayangi dunia pendidikan dan perlindungan anak di Kabupaten Bulungan.
Mulai dari potensi putus sekolah, anak-anak yang harus bekerja di usia dini, hingga pergaulan berisiko yang mengancam masa depan generasi muda.
Menurut Syarwani, pembangunan daerah tidak akan berjalan optimal apabila masih terdapat anak-anak yang kehilangan hak memperoleh pendidikan dan tumbuh dalam lingkungan yang tidak mendukung perkembangan mereka.
Ia mengaku prihatin setelah menemukan sejumlah fenomena sosial yang melibatkan anak-anak usia sekolah.
Di lapangan masih ditemukan pelajar tingkat SMP dan SMA yang terjerumus dalam pergaulan berisiko, sementara sebagian anak usia sekolah dasar terlihat berjualan hingga larut malam di sejumlah titik di Tanjung Selor.
“Kita tidak bisa membayangkan bagaimana masa depan mereka apabila pada usia sekolah sudah tidak dapat belajar dan beraktivitas secara maksimal. Ini menjadi perhatian bersama yang harus segera kita tangani,” tegas Syarwani.
Menurutnya, kondisi tersebut tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa.
Anak-anak yang seharusnya fokus belajar dan mengembangkan potensi diri justru menghadapi berbagai tekanan sosial yang berpotensi menghambat masa depan mereka.
Karena itu, Bupati menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus melakukan langkah-langkah konkret melalui perangkat daerah terkait, termasuk melakukan pendataan, pendampingan, serta komunikasi dengan keluarga yang anak-anaknya berisiko putus sekolah.
“Kita ingin memastikan anak-anak Bulungan tetap bersekolah. Apa pun persoalannya, baik faktor ekonomi maupun faktor sosial lainnya, harus kita cari solusinya bersama,” ujarnya.
Syarwani menekankan bahwa upaya menyelamatkan masa depan generasi muda tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah.
Peran keluarga, sekolah, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi sosial, hingga para lansia sangat dibutuhkan untuk membangun pengawasan dan pembinaan yang berkelanjutan.
Selain persoalan pendidikan, Bupati juga mengingatkan berbagai ancaman lain yang mengintai generasi muda, mulai dari penyalahgunaan narkoba, tindak kekerasan, hingga kriminalitas yang dapat merusak masa depan anak-anak sejak usia dini.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan pendidikan tidak hanya diukur dari jumlah sekolah atau tenaga pendidik yang tersedia, tetapi juga dari kemampuan seluruh elemen masyarakat menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang anak.
“Ini adalah tanggung jawab kita bersama untuk membangun keluarga dan menyiapkan masa depan anak-anak Bulungan yang lebih baik,” tegasnya.
Bupati berharap kolaborasi antara pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat semakin diperkuat agar tidak ada lagi anak-anak Bulungan yang kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan, perlindungan, dan masa depan yang layak.
"Generasi muda merupakan aset utama yang akan menentukan arah pembangunan Kabupaten Bulungan pada masa mendatang," tutupnya. (rln/sti)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....