Rp8,6 Miliar Digelontorkan Pemkab Bulungan, Infrastruktur Tanjung Palas Barat Dik
- 28 Apr 2026 17:47 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tanjung Selor - Pemerintah Kabupaten Bulungan mengalokasikan anggaran sebesar Rp8,6 miliar melalui APBD 2026 untuk pembangunan infrastruktur di Kecamatan Tanjung Palas Barat.
Fokus utama diarahkan pada peningkatan jalan dan rehabilitasi jembatan guna membuka akses wilayah serta memperkuat konektivitas antar desa.
Bupati Bulungan, Syarwani, menegaskan bahwa pembangunan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam pemerataan pembangunan, khususnya di wilayah yang masih membutuhkan peningkatan akses dasar.
| Baca juga: Bulungan Wajibkan Pendidikan Antikorupsi |
Hal itu disampaikannya saat menghadiri pelantikan Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) di Kecamatan Tanjung Palas Barat, Selasa (28/4/2026).
“Pemerintah daerah terus berupaya menghadirkan pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat. Tahun ini, kita gelontorkan lebih dari Rp8 miliar untuk infrastruktur di Tanjung Palas Barat. Ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi upaya membuka keterisolasian wilayah, memperlancar mobilitas warga, serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, terutama di sektor pertanian dan distribusi hasil bumi,” ujar Syarwani.
Ia menjelaskan, alokasi anggaran tersebut difokuskan pada sejumlah pekerjaan strategis, di antaranya peningkatan Jalan Gunung Seriang–Peso (STA Gunung Ilanun) dengan pagu mencapai Rp6,94 miliar, peningkatan jalan lingkungan di Desa Long Sam sebesar Rp935,9 juta, hingga peningkatan jalan simpang poros Peso menuju Merukau Desa Long Sam Rp559 juta lebih.
Selain itu, terdapat pula rehabilitasi jembatan di RT 3 Desa Long Sam dengan anggaran Rp128 juta lebih serta peningkatan jalan di RT IV Desa Long Beluah sebesar Rp113 juta lebih.
Menurut Syarwani, pembangunan infrastruktur ini dirancang untuk memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat, tidak hanya dalam hal kemudahan akses, tetapi juga peningkatan kualitas hidup.
Ia menekankan pentingnya konektivitas sebagai kunci percepatan pembangunan daerah, terutama bagi wilayah yang selama ini masih mengalami keterbatasan akses.
“Dengan akses jalan yang baik, masyarakat tidak lagi kesulitan menjangkau pusat layanan, baik itu pendidikan, kesehatan maupun pasar. Biaya distribusi bisa ditekan, waktu tempuh menjadi lebih efisien, dan aktivitas ekonomi masyarakat dapat tumbuh lebih cepat. Inilah yang menjadi tujuan utama kita, bagaimana pembangunan ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut mendukung dan mengawasi pelaksanaan pembangunan agar berjalan sesuai rencana dan tepat sasaran.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan masyarakat sangat penting untuk memastikan setiap program pembangunan memberikan hasil maksimal.
“Kita ingin pembangunan ini berjalan lancar, transparan, dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat. Dukungan dan partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan agar apa yang kita rencanakan bisa terwujud dengan baik,” pungkasnya. (rln/sti)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....