Rahmawati Perjuangkan Ekspor Langsung Hasil Perikanan Kaltara
- 03 Agt 2026 21:42 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tarakan – Produk perikanan Tarakan memiliki peluang besar untuk dikembangkan ke pasar ekspor seiring beragamnya komoditas hasil laut dan tambak yang telah diolah pelaku usaha lokal. Namun, rantai distribusi yang masih panjang menjadi tantangan dalam meningkatkan nilai jual produk daerah.
Anggota DPR RI Dapil Kalimantan Utara Hj. Rahmawati Zainal, S.H. menyoroti hal tersebut saat mengunjungi CV Globalindo Sea milik Supriadi dalam agenda reses di Tarakan. Ia melihat langsung berbagai produk olahan perikanan, mulai dari udang rebon, udang kering atau ebi, kerang darah, kapah, hingga daging kepiting hasil budidaya tambak.
Rahmawati mendorong agar komoditas perikanan asal Kalimantan Utara dapat memiliki akses ekspor langsung ke negara tujuan, khususnya kawasan Timur Tengah, tanpa harus melewati jalur transit negara lain.
“Bagaimana kita memfasilitasi dan mendukung agar produk Kaltara bisa langsung diekspor ke negara tujuan, termasuk Timur Tengah. Dengan begitu prosesnya lebih sederhana dan nilai jual produk bisa lebih meningkat,” ujar Rahmawati.
Menurut Rahmawati, selama ini sebagian produk perikanan masih dikirim melalui Kuala Lumpur, Malaysia, sebelum diteruskan ke pasar tujuan. Kondisi tersebut membuat pelaku usaha belum mendapatkan nilai jual maksimal karena harga turut dipengaruhi mekanisme perdagangan di wilayah transit.
“Selama ini produk dikirim sampai Kuala Lumpur. Dari sana baru diteruskan ke negara tujuan, sehingga harga ikut ditentukan di sana. Kalau bisa langsung, pelaku usaha akan memiliki nilai tawar yang lebih baik,” katanya.
Ia menilai penguatan konektivitas menjadi bagian penting untuk membuka jalur ekspor langsung. Selain melalui jalur laut, pengiriman menggunakan jalur udara menjadi salah satu alternatif yang dapat dikembangkan untuk mempercepat distribusi komoditas perikanan.
“Kalau akses udara untuk ekspor bisa dibuka, produk-produk unggulan Kaltara bisa lebih cepat sampai ke negara tujuan. Ini akan memangkas rantai distribusi dan membantu meningkatkan daya saing pelaku usaha,” tutur Rahmawati.
Anggota Komisi VII DPR RI ini mengungkapkan, pengembangan akses ekspor tidak hanya berkaitan dengan pengiriman produk, tetapi juga bagaimana hasil perikanan daerah memiliki nilai tambah sebelum masuk ke pasar internasional.
Rahmawati melihat pengolahan berbagai jenis hasil laut menjadi produk bernilai ekonomi sebagai peluang yang perlu terus dikembangkan. Ia menilai pemanfaatan hasil perikanan secara maksimal dapat memberikan manfaat lebih besar bagi pelaku usaha.
“Jadi tidak ada yang terbuang. Hasil yang ada bisa diolah dan dimanfaatkan sehingga memiliki nilai ekonomi,” ujarnya.
Sementara itu, Supriadi selaku pemilik CV Globalindo Sea menjelaskan usaha yang dijalankannya mengolah berbagai hasil laut dan tambak menjadi produk siap pasar. Salah satunya daging kepiting hasil budidaya tambak yang telah diekspor ke Malaysia.
“Daging kepiting ini dari tambak, kemudian kami proses, direbus, setelah itu diekspor ke Malaysia,” ujar Supriadi.
Ia menjelaskan, kepiting yang berasal dari tambak juga menjadi bagian dari pengelolaan budidaya karena perlu dikendalikan agar tidak mengganggu perkembangan udang di tambak.
Selain daging kepiting, CV Globalindo Sea juga memproduksi udang rebon, udang kering atau ebi, kerang darah, dan kapah. Produk tersebut diolah untuk meningkatkan nilai tambah hasil perikanan lokal.
“Produk kami beragam, ada udang rebon, kerang darah, kapah, termasuk daging kepiting. Semua kami olah agar hasil perikanan ini punya nilai lebih,” kata Supriadi.
Supriadi berharap produk olahan perikanan asal Tarakan dapat membawa identitas Kalimantan Utara di pasar internasional.
“Harapannya produk dari sini bisa membawa nama Kaltara dan dikenal di luar negeri,” ucapnya. (CRZ)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....