Bupati Tegaskan Paskibraka Bukan Sekadar Pengibar Bendera
- 16 Agt 2026 20:14 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tanjung Selor – Menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) bukan sekadar mendapat seragam dan berdiri di hadapan masyarakat.
Di balik tugas tersebut melekat kehormatan, tanggung jawab dan amanah untuk menjaga marwah Merah Putih.
Pesan tegas itu disampaikan Bupati Bulungan, Syarwani, S.Pd., M.Si., saat mengukuhkan 25 anggota Paskibraka Kabupaten Bulungan di Aula Benuanta BKPSDM, Jalan Agathis, Tanjung Selor, Sabtu (15/8/2026).
Puluhan putra-putri terbaik Bulungan tersebut akan menjalankan tugas pada upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kebun Raya Bundayati, Tanjung Selor, Senin (17/8/2026) nanti.
Syarwani menyampaikan apresiasi sekaligus ucapan selamat kepada seluruh anggota Paskibraka yang telah dipercaya mengemban tugas penting tersebut.
Ia menegaskan, kepercayaan menjadi Paskibraka harus dijawab dengan disiplin, tanggung jawab dan keteladanan.
“Menjadi Paskibraka adalah sebuah kehormatan sekaligus amanah. Di dalamnya terdapat nilai perjuangan, kedisiplinan, tanggung jawab, persatuan, keteladanan serta kecintaan kepada Tanah Air,” tegas Syarwani.
Menurutnya, ketika berdiri membawa Sang Merah Putih, anggota Paskibraka tidak hanya menjalankan rangkaian prosesi upacara.
Mereka membawa simbol negara sekaligus pesan sejarah tentang mahalnya harga sebuah kemerdekaan.
“Kalian akan berdiri tegak membawa Merah Putih, simbol negara dan simbol persatuan bangsa,” ujarnya.
Syarwani mengingatkan, setiap kibaran bendera Merah Putih harus dimaknai sebagai penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan yang merebut dan mempertahankan kemerdekaan dengan pengorbanan yang tidak sedikit.
Kemerdekaan, kata dia, tidak lahir secara cuma-cuma. Darah, air mata, tenaga bahkan nyawa para pejuang menjadi harga yang harus dibayar untuk berdirinya Indonesia sebagai negara merdeka.
Karena itu, generasi muda tidak boleh berhenti pada seremoni peringatan kemerdekaan. Tantangan generasi saat ini berbeda dengan perjuangan para pendahulu.
Jika dahulu kemerdekaan direbut dengan senjata, kini kemerdekaan harus diisi dengan prestasi, ilmu pengetahuan, inovasi dan karya nyata.
“Para pahlawan dahulu berjuang dengan senjata untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Tugas generasi muda saat ini adalah mengisi kemerdekaan dengan prestasi, ilmu pengetahuan, inovasi, kreativitas dan karya nyata,” tegasnya.
Bupati juga meminta para anggota Paskibraka tidak menyia-nyiakan kesempatan dan kepercayaan yang telah diberikan.
Pendidikan harus menjadi prioritas, sementara perkembangan teknologi harus dimanfaatkan untuk hal-hal yang produktif.
“Belajarlah dengan sungguh-sungguh. Jangan takut bermimpi besar dan manfaatkan kemajuan teknologi secara bijaksana,” pesannya.
Di saat yang sama, Syarwani memberikan peringatan keras agar generasi muda tidak terjerumus dalam berbagai perilaku yang dapat menghancurkan masa depan.
Narkoba, perundungan, kekerasan, intoleransi dan perilaku negatif lainnya harus dijauhi.
“Jauhi narkoba, perundungan, kekerasan, intoleransi dan berbagai perilaku yang merusak masa depan kalian. Jadilah generasi yang mampu menjaga kehormatan diri, keluarga dan daerah,” tandasnya.
Syarwani menegaskan, tugas sebagai Paskibraka seharusnya menjadi pengalaman yang membentuk karakter dan kedisiplinan, bukan sekadar kebanggaan sesaat.
Nilai-nilai yang diperoleh selama menjalani proses pembinaan harus dibawa dalam kehidupan sehari-hari.
Di akhir pengukuhan, Bupati menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada para orang tua dan keluarga yang telah memberikan dukungan, serta para pelatih, pembina dan pendamping yang bekerja keras mempersiapkan seluruh anggota Paskibraka.
“Jalankan tugas dengan penuh tanggung jawab. Berikan yang terbaik saat mengibarkan Merah Putih. Tunjukkan bahwa kalian layak dipercaya sebagai generasi penerus bangsa,” pungkasnya. (rln/*)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....