HUT RI ke-81, Peso Gerakkan Olahraga dan Budaya

  • 11 Agt 2026 23:25 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tanjung Selor : Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Peso, Kabupaten Bulungan, tidak sekadar diisi seremoni. Pemerintah Kecamatan Peso menggerakkan masyarakat melalui rangkaian olahraga, permainan tradisional, hingga seni budaya yang berlangsung 11-19 Agustus 2026.

Beragam cabang dilombakan, mulai dari sepak bola, bola voli, bulutangkis, tenis meja, sepak takraw, hingga olahraga tradisional seperti menyumpit, gasing, perahu dayung, perahu tinting, tarik tambang dan bakiak.

Tidak hanya olahraga, semangat kemerdekaan juga diwujudkan melalui tari tradisional, musik Sampe, paduan suara, menembak senapan PCP hingga senam. Ragam kegiatan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkompetisi sekaligus memperkuat kebersamaan.

Pembukaan kegiatan dipusatkan di Lapangan Sepak Bola Desa Peso, Senin, dan dibuka langsung Bupati Bulungan, Syarwani.

Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Bupati Bulungan Kilat, Ketua DPRD Bulungan H. Riyanto, unsur DPRD, Forkopimda, jajaran Pemkab Bulungan serta tokoh masyarakat.

Bupati Syarwani menegaskan, peringatan kemerdekaan harus mampu memberi dampak nyata bagi masyarakat. Menurutnya, olahraga dan kebudayaan tidak boleh berhenti sebagai hiburan tahunan, tetapi harus menjadi bagian dari upaya membangun karakter, sportivitas dan kecintaan terhadap daerah maupun bangsa.

“Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Camat Peso, para kepala desa, unsur Forkopimcam, serta seluruh elemen masyarakat yang terus konsisten menjaga semangat kemerdekaan melalui kegiatan positif ini,” ujarnya.

Dukungan terhadap pembinaan generasi muda juga ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Bulungan melalui penyerahan bantuan sarana olahraga. Sebanyak lima bola diberikan kepada setiap sekolah di Kecamatan Peso, yang terdiri atas 11 SD, tujuh SLTP dan satu SMU. Bantuan tersebut diarahkan untuk memperkuat pembinaan olahraga sejak usia dini sekaligus membuka ruang bagi munculnya bibit-bibit atlet dari wilayah pedalaman Bulungan.

Syarwani menilai pemerataan kegiatan dan pembinaan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga persatuan di tengah luasnya wilayah Bulungan. Kabupaten ini memiliki luas sekitar 13 ribu kilometer persegi, dengan 74 desa, tujuh kelurahan dan 10 kecamatan serta jumlah penduduk sekitar 170 ribu jiwa.

Jafi, semangat kemerdekaan harus tumbuh dari tingkat desa dan kecamatan hingga menjadi kekuatan bersama di tingkat kabupaten. “Momentum seperti ini penting untuk terus memperkuat persatuan dan kesatuan. Jangan sampai perbedaan wilayah, latar belakang maupun kondisi geografis menjadi penghalang bagi kita untuk membangun Bulungan secara bersama-sama,” tegasnya.

Selain mendorong semangat olahraga dan kebudayaan, bupati juga meminta seluruh masyarakat menjaga keamanan selama seluruh rangkaian perlombaan berlangsung.

Ia mengajak tokoh adat, tokoh agama, pemuda, kepala desa hingga perangkat RT dan RW ikut memastikan kegiatan berjalan aman, tertib dan kondusif. “Saya mengajak seluruh masyarakat, para tokoh adat, tokoh agama, pemuda, serta jajaran RT dan RW untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban dan kondusivitas selama perlombaan berlangsung,” katanya.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Bulungan memastikan pelestarian budaya lokal tetap menjadi bagian dari arah pembangunan.

Salah satunya melalui komitmen membangun kembali Balai Adat di Kecamatan Peso. Balai Adat tidak hanya diposisikan sebagai bangunan fisik, tetapi diharapkan menjadi ruang masyarakat untuk menjaga tradisi, melestarikan kebudayaan serta menyelesaikan berbagai persoalan melalui musyawarah.

Bupati menegaskan pembangunan di wilayah pedalaman harus tetap berpijak pada nilai-nilai kearifan lokal. Semangat pembangunan tidak boleh menghilangkan identitas masyarakat yang menjadi bagian penting dari kekuatan daerah.

“Selamat atas terselenggaranya kegiatan ini. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa memberkahi masyarakat Kecamatan Peso dan memberikan kekuatan bagi kita semua untuk terus membangun daerah dalam semangat senguyun atau gotong royong,” pungkas Syarwani. (rln)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....