Bupati Bulungan Dorong Pemuda Jadi Motor Pertanian Modern
- 11 Agt 2026 23:54 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tanjung Selor : Pemerintah Kabupaten Bulungan mulai mendorong perubahan besar dalam pengelolaan sektor pertanian di wilayah pedalaman.
Regenerasi petani menjadi perhatian utama agar sektor pertanian tidak terus bergantung pada generasi tua dan mampu berkembang menjadi usaha produktif yang menjanjikan secara ekonomi.
Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Bulungan, Syarwani, S.Pd., M.Si., saat mengunjungi Sekolah Lapangan di Kawasan Agrokompleks Desa Long Buang, Kecamatan Peso, Senin (10/8/2026) lalu. Kunjungan dilakukan bersama Wakil Bupati Bulungan Kilat, Rektor Universitas Kaltara (Unikaltar) Dr. Didi Adriansyah, S.TP., serta Guru Besar Tani Nelayan Center Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. Ir. Jono Mintarto Munandar, M.Sc.
Sekolah Lapangan Agrokompleks merupakan proyek percontohan pertama di Bulungan yang dirancang untuk melibatkan generasi muda dalam pengembangan pertanian terpadu di kawasan Integrated Area Development (IAD) Lanskap Kayan.
Sebanyak 30 pemuda dari 10 desa di Lanskap Kayan mengikuti program tersebut. Masing-masing desa mengirimkan tiga peserta dan mendapat dukungan dari mahasiswa Unikaltar.
Syarwani menegaskan, pola lama dalam mengelola pertanian harus mulai ditinggalkan.
Pertanian tidak boleh lagi dipandang sekadar sebagai aktivitas subsisten untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga. “Pertanian harus dikelola secara profesional, memiliki nilai jual tinggi, menghasilkan keuntungan finansial dan mampu memenuhi berbagai kebutuhan hidup lainnya,” jelasnya.
Menurutnya, keterlibatan anak muda menjadi kunci untuk mengubah wajah pertanian di Bulungan. Generasi muda dinilai memiliki peluang besar untuk membawa pendekatan baru melalui teknologi, inovasi, pengelolaan usaha dan pemasaran hasil pertanian.
Syarwani juga mendorong penerapan pola tanam yang mampu menghasilkan pendapatan secara berkelanjutan. Karakteristik lahan di wilayah setempat yang memiliki lapisan unsur hara relatif tipis membuat petani tidak bisa hanya mengandalkan pola ladang berpindah.
Diversifikasi tanaman menjadi salah satu solusi. Lahan dapat diisi tanaman jangka pendek seperti cabai yang dapat dipanen sekitar 60 hari dan jagung sekitar 90 hari, sekaligus ditanami tanaman jangka panjang seperti rambutan, kopi dan kakao. “Melalui strategi ini, para petani dapat memperoleh pendapatan yang berkesinambungan, baik mingguan, bulanan maupun investasi jangka panjang,” ujarnya.
Ia mencontohkan pengembangan kakao yang sebelumnya dilakukan Pemerintah Kabupaten Bulungan. Pada 2022, sebanyak 30 ribu entres kakao dari Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia Jember dibagikan untuk Desa Antutan dan kini telah menghasilkan. Namun, peningkatan produksi saja dinilai belum cukup. Petani harus mampu mengolah hasil panen agar memiliki nilai tambah.
Harga biji kakao basah yang hanya sekitar Rp15 ribu dapat meningkat menjadi sekitar Rp30 ribu setelah dikeringkan hingga kadar air 7–10 persen. Bahkan, Desa Pejalin dan Antutan telah mengembangkan pengolahan kakao menjadi bubuk siap konsumsi.
“Artinya, kita tidak boleh berhenti pada produksi. Hasil pertanian harus diolah agar nilai ekonominya meningkat dan manfaatnya kembali kepada masyarakat,” katanya.
Pemkab Bulungan juga menargetkan program Sekolah Lapangan tidak berhenti pada pelatihan.
Setelah delapan kali pertemuan, pemerintah akan mempertemukan 10 kepala desa di Kecamatan Peso untuk menyusun langkah konkret pengembangan lahan produktif.
Setiap desa diharapkan menyediakan lahan mandiri minimal seperempat hingga setengah hektare untuk dikelola secara fokus oleh alumni Sekolah Lapangan.
Syarwani menegaskan, peserta tidak boleh hanya pulang membawa pengetahuan. Mereka harus menjadi penggerak yang mampu membuktikan bahwa pertanian modern dapat menjadi pilihan masa depan bagi generasi muda di desa. “Bantuan yang diberikan harus benar-benar diimplementasikan secara nyata dan bertanggung jawab. Kita ingin program ini menghasilkan, bukan sekadar menjadi kegiatan pelatihan,” tuturnya. (rln)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....