AI Bantu Promosi Pariwisata, Pengalaman Tetap Utama

  • 04 Okt 2026 20:16 WIB
  •  Singaraja
Poin Utama
  • Kecerdasan Buatan (AI) semakin berkembang dalam sektor pariwisata di Kabupaten Buleleng untuk memberikan pengalaman wisata yang lebih personal kepada pengunjung.
  • Teknologi AI memungkinkan wisatawan menerima rekomendasi perjalanan yang lebih sesuai dengan kebutuhan spesifik dan anggaran mereka, meningkatkan kepuasan wisatawan.
  • AI membantu dalam penyusunan itinerary dan menawarkan berbagai pilihan destinasi yang dipersonalisasi untuk setiap wisatawan secara efisien.

RRI.CO.ID, Singaraja - Pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence-AI semakin berkembang di sektor pariwisata. Adyatama Parekraf Ahli Pertama Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng, I Made Moga Karisma, mengatakan perkembangan AI memungkinkan wisatawan memperoleh rekomendasi perjalanan yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan anggaran.

AI juga dapat membantu menyusun itinerary dan memberikan berbagai pilihan destinasi secara lebih personal.

“Ketika kita melihat dilanjutkan dengan perkembangan AI yang mana ini sifatnya lebih ke personalize, ke hyper personalize, artinya sangat disesuaikan atau menyesuaikan dengan kebutuhan si wisatawan. Misalnya saya seorang backpacker, kemudian budget saya sekian, saya ingin liburan di Bali, bisakah kamu membuatkan saya itinerary atau list yang saya bisa kerjakan” ujarnya.

Menurut Moga, pelaku UMKM pariwisata juga dapat memanfaatkan AI untuk membuat konten promosi, mulai dari caption, video hingga storytelling produk. Namun, materi yang dibuat harus tetap sesuai dengan kondisi sebenarnya agar wisatawan memperoleh gambaran yang tidak berlebihan.

Di sisi lain, pariwisata tidak hanya berkaitan dengan teknologi, tetapi juga pengalaman langsung, budaya, dan kearifan lokal yang tidak dapat sepenuhnya digantikan AI.

“Hanya saja ketika berbicara tourism, ini berbicara experience. Ketika berbicara tourism ini berbicara pada pengalaman yang akan diceritakan. Di sisi human itulah yang sebenarnya tidak akan bisa digantikan oleh AI. Di sisi lain yang kedua yang tidak bisa digantikan adalah kearifan lokal dan budaya” katanya.

Moga menambahkan, penggunaan AI perlu diimbangi literasi digital, termasuk melakukan cross-check informasi, menjaga keamanan data, serta memahami etika penggunaan AI dalam konteks budaya.

AI dinilai dapat menjadi alat bantu untuk perencanaan, promosi, dan membaca tren wisatawan. Namun, pengalaman langsung di destinasi tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan wisata.

google-preference
Audio
Putar Audio

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....