Menengok Air Terjun Ababi, Wisata Spiritual Baru Racikan Undiksha dan Warga Lokal
- 18 Agt 2026 11:32 WIB
- Singaraja
Poin Utama
- Tim PkM Undiksha Singaraja yang dipimpin I Putu Ngurah Wage Myartawan resmi bermitra dengan PKBM Lestari dan LPHD Desa Sumberkima untuk memperkuat tata kelola pariwisata berbasis komunitas di kawasan Air Terjun Ababi.
- Warga belajar program Paket A, B, dan C tidak hanya menempuh pendidikan kesetaraan formal, tetapi juga diberdayakan menjadi aktor penggerak pariwisata desa dengan berbagai kapasitas baru.
- Program ini melatih warga belajar dalam keterampilan pemandu wisata spiritual lokal, penyusunan etika kunjungan, dan produksi konten promosi digital berbasis kearifan lokal.
RRI.CO.ID, Singaraja - Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja yang diketuai oleh I Putu Ngurah Wage Myartawan resmi menggandeng Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Lestari dan Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Desa Sumberkima dalam upaya memperkuat tata kelola pariwisata berbasis komunitas di kawasan Air Terjun Ababi, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng.
Melalui program berkesinambungan ini, para warga belajar program Paket A, B, dan C di PKBM Lestari tidak hanya menempuh pendidikan kesetaraan formal, melainkan didorong menjadi aktor utama penggerak pariwisata desa. Mereka dibekali berbagai kapasitas baru, mulai dari keterampilan sebagai pemandu wisata spiritual lokal (local spiritual guide), penyusun etika kunjungan, hingga produsen konten promosi digital berbasis kearifan lokal.

Mengubah Potensi Lokal Menjadi Wisata Spiritual Inklusif
Kawasan Air Terjun Ababi di Desa Sumberkima dikenal memiliki keunikan berupa perpaduan antara panorama keindahan alam dan nilai kesakralan spiritual. Selama ini, mata air kawasan tersebut kerap dimanfaatkan masyarakat untuk aktivitas meditasi, ritual, dan penyelarasan batin. Namun, potensi tersebut belum didukung oleh sistem pelayanan wisatayang terstruktur dan terstandarisasi. Keberagaman latar belakang agama warga belajar di PKBM Lestari yang terdiri dari umat Hindu dan Muslim justru menjadi keunggulan strategis dalam melahirkan konsep
Wisata Spiritual Inklusif
Nilai toleransi dan harmoni sosial lintas agama yang telah mengakar menjadi fondasi penting agar setiap pengunjung dari berbagai latar belakang merasa diterima, aman, dan dihormati.
"Kami tidak mengarahkan kawasan Air Terjun Ababi menjadi destinasi wisata massal yang riuh. Fokus utama program ini adalah membangun pariwisata alternatif yang menghormati kesakralan ruang spiritual dan menjaga kelestarian alam. Melalui metode learning by doing, warga belajar PKBM Lestari kami latih langsung di lapangan agar memiliki keterampilanteknis sekaligus kemandirian sosial-ekonomi," ujar Ketua Tim PKM Undiksha, I Putu Ngurah Wage Myartawan.
Tiga Pilar Pemberdayaan & Inovasi Terapan
Pelaksanaan program pengabdian difokuskan pada tiga pilar utama:
1. Peningkatan Kapasitas Pelayanan & Pemanduan: Tim Undiksha memfasilitasi penyusunan Standard Operating Procedure (SOP) pelayanan wisata spiritual inklusif. Warga belajar dilatih teknik komunikasi empatik, arahankeselamatan (briefing), serta etika pendampinganperjalanan (trekking) menuju lokasi.
2. Penguatan Harmoni Sosial & Etika Kunjungan:Dilakukan penataan batas antara ruang publik dan zona sakral, penyediaan media edukasi etika kunjungan, sertapenguatan koordinasi bersama LPHD Desa Sumberkimauntuk menjaga daya dukung lingkungan dan kawasanhutan.
3. Penguatan Literasi Digital & Promosi: Warga belajardibekali keterampilan fotografi, videografi pendek, hinggapembuatan papan informasi digital berbasis QR Code. Langkah ini mengubah posisi warga belajar dari sekadarpengguna media sosial menjadi produsen konten promosipotensi desa.

Apresiasi Mitra dan Dampak Keberlanjutan
Penggerak Utama PKBM Lestari, Firdian menyampaikan apresiasi mendalam atas hadirnya tim akademisiUndiksha. Menurutnya, program pendampingan ini terbukti meningkatkan kepercayaan diri warga belajar.
"Warga belajar kami kini tidak lagi sebatas menjadi penonton. Mereka belajar bagaimana menerima tamu, menjelaskan aturankesakralan kawasan, hingga membuat foto dan video promosimenggunakan telepon pintar. Ini adalah bentuk nyatapeningkatan keberdayaan warga desa kami," ucap Firdian.
Melalui kolaborasi erat antara Undiksha, PKBM Lestari dan LPHD Desa Sumberkima, tata kelola pariwisata di Air Terjun Ababi kini bertransformasi dari pola informal menjadi pola berbasis komunitas yang terstruktur, edukatif, inklusif, dan ramah lingkungan. Model ini diharapkan dapat menjadi role model integrasi pendidikan nonformal dengan pengembangan pariwisata berkelanjutan di Bali.
(Berita ditulis oleh I Putu Ngurah Wage Myartawan, S.Pd., M.Pd., Ketua Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....