Road Race Jembrana Diwarnai Adu Jotos, Dua Pihak Sepakat Berdamai

  • 06 Okt 2026 12:00 WIB
  •  Singaraja
Poin Utama
  • Keributan antarpendukung pembalap terjadi di area paddock Sentral Parkir Pemkab Jembrana pada acara Dinar Jegeg Bali Road Race Championship 2026 Seri 3 yang berlangsung pada Minggu, 4 Oktober 2026.
  • Perselisihan diduga melibatkan dua pembalap berinisial P dan KA, dengan akar permasalahan bermula dari insiden kecelakaan atau crash yang dialami pembalap P pada lap pertama perlombaan.

RRI.CO.ID, Negara – Ajang Dinar Jegeg Bali Road Race Championship 2026 Seri 3 di Jembrana, Bali, diwarnai kericuhan antarpendukung pembalap. Perselisihan yang bermula dari insiden saat perlombaan tersebut berujung adu jotos di area paddock Sentral Parkir Pemkab Jembrana, Minggu, 4 Oktober 2026.

Keributan diduga melibatkan pembalap berinisial P dan KA. Persoalan disebut bermula ketika P mengalami kecelakaan atau crash pada lap pertama perlombaan yang berlangsung di Jalan Surapati, depan Kantor Bupati Jembrana.

Setelah insiden tersebut, sejumlah pembalap disebut sempat dicegat oleh tim P pada lap berikutnya. Mereka diminta menghentikan perlombaan karena adanya permintaan agar balapan diulang.

Situasi kembali memanas ketika KA disebut mendapat lemparan sepatu yang diduga dilakukan P. Meski terjadi insiden tersebut, perlombaan tetap dilanjutkan hingga garis finis.

Perselisihan kemudian berlanjut setelah balapan selesai. KA bersama timnya mendatangi P di area paddock untuk membicarakan persoalan yang terjadi. Pertemuan tersebut justru berkembang menjadi keributan dan terjadi aksi saling pukul sebelum akhirnya dilerai panitia.

Kepala Polsek Kota Jembrana Ipda Ngurah Agus Dwi Widiatmika Putra membenarkan adanya kericuhan tersebut. Ia mengatakan, kepolisian yang berada di lokasi lebih mengutamakan pengamanan agar situasi tidak meluas. “Kedua pihak sepakat berdamai di lokasi kejadian,” ujarnya.

Menurutnya, setelah kedua pihak berdamai, personel tetap melakukan pemantauan hingga situasi dipastikan aman. Sekitar pukul 19.00 Wita, kawasan lokasi perlombaan sudah sepi dan kondusif. “Kami fokus melaksanakan pengamanan agar situasi tidak kembali ricuh,” kata Agus menambahkan.

Agus memastikan tidak ada laporan resmi yang dibuat oleh kedua pihak terkait kejadian tersebut. Perselisihan diselesaikan secara kekeluargaan dan kedua pihak telah menyatakan sepakat berdamai.

Sementara itu, Ketua Panitia Dinar Jegeg Bali Road Race Championship 2026 I Komang Alex Trio Junika membenarkan adanya aksi saling pukul di area paddock. Menurutnya, insiden tersebut dipicu kesalahpahaman. “Ya sempat saling pukul. Namun kedua pihak sudah sepakat damai,” ujarnya.

Meski telah berdamai, panitia tetap memberikan sanksi kepada P dan timnya. Pembalap tersebut didiskualifikasi dari kejuaraan. Panitia juga mengusulkan agar P beserta timnya masuk daftar hitam atau blacklist dari ajang balap di Bali.

Alex mengatakan, usulan tersebut telah disampaikan kepada Ikatan Motor Indonesia (IMI) dan mendapat persetujuan. Keputusan itu diambil karena kejadian serupa disebut bukan pertama kali melibatkan pihak tersebut.

“Kami sudah bersurat ke IMI dan sudah disetujui untuk melakukan blacklist pada yang bersangkutan termasuk timnya. Kami ajukan itu karena itu juga sudah kejadian yang kesekian kali,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....