Salah Paham Antrean di Gilimanuk, Dua Sopir Terlibat Perkelahian
- 08 Jun 2026 07:43 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Negara - Insiden perkelahian antara dua pengemudi kendaraan terjadi di area parkir Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Sabtu 6 Juni 2026 pagi. Keributan yang dipicu kesalahpahaman saat antre masuk kapal itu sempat membuat seorang sopir pingsan setelah terkena pukulan.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 07.50 Wita dan melibatkan G. Aditya Saputra (28), sopir truk bernomor polisi N 8793 ET asal Banyuwangi, serta Rizal Darmawan (33), pengemudi kendaraan travel bernopol B 1233 NZG asal Jember.
Komandan Pos Angkatan Laut (Danposal) Gilimanuk, Lettu Laut (P) Yuli Prasetyo, membenarkan adanya perkelahian yang terjadi di tengah antrean kendaraan menuju pelabuhan.
“Benar, telah terjadi perkelahian antar-sopir di areal parkir Pelabuhan Gilimanuk pada saat antre,” kata Yuli dikonfirmasi wartawan. Berdasarkan keterangan yang dihimpun petugas, kejadian bermula ketika Aditya sedang beristirahat di dalam kabin truk sambil menunggu antrean bergerak. Saat kondisi lalu lintas mulai berjalan, Rizal berinisiatif membangunkannya agar kendaraan segera maju mengikuti antrean.
Namun, karena baru terbangun dari tidur, Aditya disebut langsung mengoperasikan kendaraannya tanpa memperhatikan posisi sekitar. Truk yang dikemudikannya justru bergerak mundur dan menyentuh mobil travel milik Rizal yang berada tepat di belakang.
Benturan tersebut menyebabkan bagian kendaraan travel mengalami kerusakan. Kondisi itu memicu adu mulut antara kedua sopir yang kemudian berkembang menjadi perkelahian.
Dalam pertikaian tersebut, Aditya mengalami pukulan di bagian wajah hingga terjatuh dan kehilangan kesadaran. Petugas keamanan pelabuhan yang berada di lokasi segera melerai dan menghentikan keributan sebelum situasi semakin memburuk.
Aditya selanjutnya dievakuasi ke Kantor Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Pelabuhan Gilimanuk untuk mendapatkan penanganan medis. Setelah kondisinya membaik, kedua pihak dipertemukan oleh petugas guna menyelesaikan persoalan tersebut.
Melalui proses mediasi, kedua sopir sepakat berdamai dan memilih menyelesaikan masalah secara kekeluargaan.
| Baca juga: Dokar Gilimanuk Lenyap Ditelan Zaman |
“Kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan permasalahan perkelahian tersebut secara kekeluargaan,” ujar Yuli.
Kesepakatan damai itu juga dituangkan dalam surat pernyataan bersama yang menyebutkan kedua pihak tidak akan saling menuntut, baik melalui jalur pidana maupun perdata.
Yuli menambahkan, setelah proses mediasi selesai, kedua sopir kembali melanjutkan perjalanan masing-masing. Ia juga meluruskan informasi yang beredar di media sosial terkait peristiwa tersebut.
“Kedua sopir melanjutkan perjalanan. Jadi yang viral di media sosial itu keliru. Bukan pengeroyokan, melainkan perkelahian antara dua sopir,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....