534 Sekolah Harus Diawasi, Sutjidra: Kita Masih Kekurangan Tenaga Pengawas
- 05 Okt 2026 12:00 WIB
- Singaraja
Poin Utama
- Pemerintah Kabupaten Buleleng menghadapi keterbatasan jumlah pengawas sekolah untuk memantau 534 sekolah dari tingkat PAUD hingga SMP di sembilan kecamatan.
- Keterbatasan tenaga pengawas menyebabkan pengawasan terhadap satuan pendidikan belum dapat dilakukan secara optimal terhadap proses pembelajaran dan manajemen sekolah.
- Pengawas sekolah memiliki peran penting dalam memastikan proses pembelajaran, manajemen sekolah, serta pelaksanaan program pendidikan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
RRI.CO.ID, Singaraja - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng, Bali, masih menghadapi keterbatasan jumlah pengawas sekolah untuk memantau dan memastikan kualitas penyelenggaraan pendidikan di 534 sekolah dari jenjang PAUD hingga SMP yang tersebar di sembilan kecamatan.
Keterbatasan tenaga pengawas membuat pengawasan terhadap satuan pendidikan belum dapat dilakukan secara optimal. Kondisi ini menjadi perhatian pemerintah daerah karena pengawas memiliki peran penting dalam memastikan proses pembelajaran, manajemen sekolah, serta pelaksanaan program pendidikan berjalan sesuai ketentuan.
Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mengatakan kebutuhan tenaga pengawas masih cukup tinggi mengingat jumlah sekolah yang harus mendapatkan pendampingan cukup banyak. “Untuk pengawas sekolah memang kita masih kekurangan. Dengan jumlah sekolah yang cukup banyak, tentu pengawasan dan pembinaan harus kita tingkatkan,” ujarnya, Jumat, 2 Oktober 2026.
Selain persoalan jumlah, pengawasan juga diperlukan untuk mendeteksi berbagai persoalan pendidikan sejak dini. Salah satunya berkaitan dengan kebutuhan khusus peserta didik yang membutuhkan perhatian dan penanganan berbeda dalam proses pembelajaran.
“Jadi kita sangat memang sangat membutuhkan, masih sangat membutuhkan tenaga,” ucap Sutjidra menambahkan.
Pemkab Buleleng juga membuka peluang memperkuat kerja sama dengan perguruan tinggi, termasuk Undiksha, untuk mendukung penanganan berbagai persoalan pendidikan. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membantu sekolah memberikan layanan yang lebih tepat, terutama bagi peserta didik yang membutuhkan pendampingan khusus.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....