Bupati Kembang Cek Langsung Rehabilitasi Sejumlah Sekolah di Jembrana

  • 16 Sep 2026 07:24 WIB
  •  Singaraja
Poin Utama
  • Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan melakukan tinjauan langsung terhadap proses rehabilitasi sekolah dasar untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai kebutuhan.
  • Kunjungan dilakukan ke SD Negeri 2 Banjar Tengah dan SD Negeri 2 Loloan Barat dengan didampingi Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Jembrana I Gusti Putu Anom Saputra dan pihak sekolah.
  • Rehabilitasi fasilitas pendidikan di Kabupaten Jembrana menjadi prioritas untuk meningkatkan kualitas infrastruktur pembelajaran bagi siswa.

RRI.CO.ID, Negara – Proses rehabilitasi sejumlah sekolah dasar di Kabupaten Jembrana, Bali, menjadi perhatian Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan. Ia memastikan pekerjaan perbaikan fasilitas pendidikan tersebut berjalan sesuai kebutuhan dengan meninjau langsung kondisi bangunan di lapangan.

Kembang mengunjungi SD Negeri 2 Banjar Tengah dan SD Negeri 2 Loloan Barat didampingi Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Jembrana I Gusti Putu Anom Saputra, kepala sekolah, serta komite sekolah. Ia melihat langsung sejumlah ruang kelas yang tengah menjalani proses rehabilitasi.

Dalam kunjungan itu, Kembang meminta pengerjaan konstruksi dilakukan dengan memperhatikan kualitas material dan ketahanan bangunan. Menurutnya, fasilitas sekolah harus mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi siswa dalam jangka panjang.

"Untuk atap yang menggunakan baja, harus baja yang bagus, supaya bisa bertahan hingga 30-40 tahun," ucapnya, Selasa, 15 September 2026.

Persoalan pendidikan yang disoroti Bupati Kembang tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik sekolah. Ia juga menaruh perhatian terhadap pemerataan tenaga pendidik, mengingat Jembrana masih menghadapi kekurangan ratusan guru.

Berdasarkan data yang disampaikan, Kabupaten Jembrana saat ini masih kekurangan 258 guru. Persoalannya, kekurangan tersebut tidak tersebar secara merata di setiap satuan pendidikan.

“Kita saat ini kekurangan 258 guru. Jika dibagi rata, setiap sekolah mungkin hanya kekurangan satu orang guru. Namun praktiknya, ada sekolah yang kekurangan dua sampai tiga guru, sementara sekolah lain jumlah gurunya lengkap,” ujar Kembang.

Ia meminta kondisi tersebut menjadi perhatian agar distribusi guru dapat dilakukan secara lebih proporsional. Ketika sebuah sekolah mengalami kekurangan tenaga pengajar, kepala sekolah juga diharapkan ikut mengambil peran dalam proses pembelajaran.

“Mestinya adil. Di sekolah yang kekurangannya cukup banyak guru, kepala sekolah juga harus turun tangan ikut mengajar,” tambah Kembang.

Peninjauan terhadap fasilitas pendidikan ini sebelumnya juga dilakukan Kembang di sekolah lainnya. Pekan lalu, ia telah melihat progres rehabilitasi di SD Negeri 1 Dangintukadaya dan SD Negeri 2 Yehembang.

Sementara itu, Kepala Dinas Dikpora Kabupaten Jembrana I Gusti Putu Anom Saputra menjelaskan, rehabilitasi sekolah tahun ini dilaksanakan melalui mekanisme swakelola yang bersumber dari program e-revitalisasi pemerintah pusat.

Menurut Anom, satuan pendidikan yang telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) terdiri atas 9 SD, 3 SMP, dan 22 PAUD. Dalam mekanisme tersebut, dana disalurkan langsung kepada satuan pendidikan untuk kemudian dikelola oleh pihak sekolah.

“Tahun ini, satuan pendidikan yang sudah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) mencakup 9 SD, 3 SMP, dan 22 PAUD. Sistemnya berbasis swakelola, di mana pendanaan ditransfer langsung dan dikelola oleh pihak sekolah,” jelas Anom.

Selain sekolah yang telah memperoleh PKS, masih terdapat enam SMP susulan yang kini berada pada tahap sosialisasi. Keenam sekolah tersebut masih menunggu penerbitan PKS dari pemerintah pusat.

Anom berharap proses administrasi tersebut dapat segera diselesaikan. Pasalnya, pekerjaan fisik rehabilitasi sekolah ditargetkan rampung pada Desember mendatang.

“Untuk enam SMP susulan ini kami masih menunggu kepastian PKS dari pusat. Mengingat batas waktu pengerjaan fisik ditargetkan selesai pada Desember mendatang, kami berharap PKS bagi sekolah yang sudah sosialisasi bisa segera terbit,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....