UNIPAS Gandeng Universitas Belanda Teliti Pengelolaan Lahan Berkelanjutan

  • 02 Okt 2026 08:07 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Universitas Panji Sakti (UNIPAS) Singaraja memperluas jejaring kerja sama internasional dengan Van Hall Larenstein University, Belanda. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pada Kamis, 1 Oktober 2026, yang akan berlangsung selama empat tahun.

Kolaborasi ini berfokus pada bidang penelitian dan pengembangan solusi pengelolaan lahan berkelanjutan, khususnya dalam menangani persoalan Imperata cylindrica atau alang-alang. Penelitian akan menggunakan pendekatan agroforestri terpadu (integrated agroforestry) untuk menghasilkan pengelolaan lahan yang lebih produktif dan berkelanjutan.

Rektor Universitas Panji Sakti Singaraja, Dr. I Nyoman Gede Remaja, SH., MH., mengatakan kerja sama tersebut dilaksanakan melalui Program Studi Agroteknologi dan diarahkan pada penelitian di bidang pertanian. Menurutnya, kolaborasi dengan perguruan tinggi di Belanda tersebut diharapkan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya sektor pertanian di Kabupaten Buleleng. “Kerja sama ini dalam bidang penelitian yang terkait dengan pertanian akan sangat memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia, Bali, khususnya Kabupaten Buleleng,” ujarnya.

Penelitian tersebut tidak hanya melibatkan unsur perguruan tinggi, tetapi juga diarahkan untuk terhubung dengan masyarakat dan pelaku sektor pertanian. Tenaga peneliti dari Program Studi Agroteknologi UNIPAS, petani, koperasi, serta tenaga profesional di bidang pertanian akan dilibatkan dalam pelaksanaannya. Dengan pendekatan tersebut, hasil penelitian diharapkan dapat diterapkan dalam pengelolaan lahan secara langsung.

Remaja menilai kerja sama internasional tersebut menjadi bagian dari upaya UNIPAS memperkuat kapasitas kelembagaan dan memperluas jejaring akademik. Kolaborasi dengan Van Hall Larenstein University juga diharapkan tidak berhenti pada penelitian yang saat ini dijalankan selama empat tahun. “Harapan kami ke depan bahwa kerja sama ini tidak hanya di bidang penelitian saja, tetapi juga merambah kepada bidang pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat,” katanya.

Selain memperluas jejaring internasional, kerja sama ini diharapkan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan UNIPAS. Dosen dan mahasiswa berkesempatan memperoleh pengetahuan serta pengalaman melalui kolaborasi dengan peneliti dan akademisi dari Van Hall Larenstein University. “Yang ketiga tentu meningkatkan kapasitas SDM kami, terutama memberikan pengetahuan dan pengalaman yang nanti dikolaborasikan dengan teman-teman dosen di Van Hall Larenstein,” ucapnya.

Dalam kegiatan penandatanganan MoU, Rektor UNIPAS hadir didampingi Wakil Rektor serta jajaran pimpinan universitas, termasuk Dekan Fakultas Pertanian dan Teknik bersama para dosen. Dari Van Hall Larenstein University hadir A.G. (Albertien) Kijne dan E. (Euridice) Leyequien Abarca, Dr., yang didampingi perwakilan Yayasan Wima Foundation, Win Boesrie selaku CEO Chairman dan Maurice Rademaher.

Kerja sama tersebut sekaligus menjadi langkah UNIPAS untuk mendorong penelitian yang memiliki dampak nyata bagi masyarakat. Rektor UNIPAS mengapresiasi Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian dan Teknik yang telah membuka peluang kolaborasi internasional tersebut. UNIPAS berharap penelitian dapat berjalan lancar dan menjadi awal bagi pengembangan kerja sama internasional di bidang lainnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....