UNIPAS Yudisium 43 Sarjana Manajemen Siap Ciptakan Peluang Kerja Baru

  • 01 Agt 2026 14:52 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Sebanyak 43 mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Panji Sakti (UNIPAS) Singaraja resmi mengikuti prosesi yudisium di Aula UNIPAS Singaraja, Sabtu, 1 Agustus 2026. Prosesi tersebut menjadi penanda berakhirnya masa studi sekaligus awal pengabdian para lulusan sebagai Sarjana Manajemen di tengah dinamika dunia kerja yang terus berkembang. Momentum yudisium juga menjadi ajang bagi kampus untuk menegaskan komitmennya mencetak lulusan yang adaptif, inovatif, dan mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat.

Dekan Fakultas Ekonomi UNIPAS Singaraja, Drs. I Made Madiarsa, M.M.A., mengatakan para lulusan tidak hanya dituntut memiliki kompetensi akademik, tetapi juga kemampuan kepemimpinan dan jiwa kewirausahaan. Menurutnya, perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat menghadirkan tantangan sekaligus peluang yang harus mampu dimanfaatkan oleh para sarjana baru. "Kita memang untuk saat ini melaksanakan yudisium mahasiswa dari Program Studi Manajemen dan mereka akan menyandang gelar Sarjana Manajemen. Yang diharapkan adalah mereka dengan kompetensi yang dimiliki bisa menjadi calon-calon pemimpin. Di era kemajuan teknologi seperti sekarang ini dengan berbagai tantangan yang ada di masyarakat, para sarjana yang akan diwisuda ini diharapkan memiliki kemampuan menciptakan lapangan kerja, menjadi entrepreneur, sehingga dapat menyumbangkan seluruh ilmu yang diperoleh untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, bangsa, dan negara," ujarnya.

Pada yudisium kali ini, Fakultas Ekonomi UNIPAS meluluskan 43 mahasiswa Program Studi Manajemen. Kampus berharap seluruh lulusan mampu menjadi penggerak ekonomi, tidak hanya berorientasi mencari pekerjaan, tetapi juga mampu membuka peluang usaha baru. Bekal kompetensi kewirausahaan yang diperoleh selama perkuliahan diyakini menjadi modal penting untuk menjawab kebutuhan dunia kerja maupun dunia usaha. "Mahasiswa kita dari Program Studi Manajemen yang diyudisium pada hari ini sebanyak 43 orang. Harapan kita, tamatan kita bisa menjadi penggerak ekonomi, tidak hanya mengharapkan pekerjaan dari pemerintah, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan. Dari ilmu dan keterampilan yang kita berikan, mereka memiliki kompetensi kewirausahaan dan telah diterjunkan ke lapangan sehingga mampu menghubungkan ilmu yang dimiliki dengan kebutuhan masyarakat," katanya.

Dekan Fakultas Ekonomi UNIPAS Singaraja, Drs. I Made Madiarsa, M.M.A.. (Foto: RRI/ Sukasah Brata Winangun)

Selain menekankan pentingnya kompetensi profesional, Fakultas Ekonomi UNIPAS juga membekali mahasiswa dengan prinsip pembelajaran sepanjang hayat atau long life education. Menurut Made Madiarsa, perubahan merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari sehingga lulusan harus terus meningkatkan kemampuan agar tetap relevan dengan perkembangan zaman. Sikap adaptif dinilai menjadi kunci agar lulusan mampu bertahan sekaligus mengembangkan potensi diri di tengah persaingan global. "Kita memberikan prinsip kepada rekan-rekan yang sudah diyudisium bahwa kita tidak pernah berhenti belajar, long life education, karena perubahanlah yang akan abadi. Mereka akan selalu diuji dan diharapkan mampu mengikuti setiap perubahan. Mereka yang adaptif pasti akan mampu bertahan dan mengembangkan potensi dirinya," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Made Madiarsa juga mengungkapkan Fakultas Ekonomi UNIPAS tengah menyiapkan program layanan pendidikan berbasis jemput bola. Program tersebut dirancang untuk mendekatkan akses pendidikan tinggi kepada masyarakat sekaligus menekan biaya yang harus dikeluarkan calon mahasiswa. Melalui skema tersebut, pihak kampus akan mendatangi langsung daerah-daerah calon mahasiswa sehingga masyarakat tidak lagi terbebani biaya transportasi maupun biaya tinggal selama proses pendaftaran. "Kondisi ekonomi masyarakat saat ini memang menjadi perhatian. Karena itu kami mencoba membuat program layanan pendidikan kepada masyarakat melalui program jemput bola. Dengan cara ini biaya yang harus dikeluarkan calon mahasiswa dapat diminimalkan karena kami yang akan datang langsung ke daerah-daerah calon mahasiswa," katanya.

Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) juga menjadi perhatian dalam pembekalan kepada para lulusan. Menurut Made Madiarsa, AI bukan sesuatu yang harus ditakuti, melainkan teknologi yang harus dimanfaatkan secara bijak untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat. Ia mengingatkan bahwa teknologi hanya akan memberikan manfaat apabila digunakan secara tepat dan bertanggung jawab. "Kalau AI itu sebenarnya ibarat sebuah pisau. Kalau kita mampu menggunakan, dia akan berfungsi dengan baik. Tetapi kalau tidak mampu menggunakannya, pasti akan merugikan bahkan menimbulkan bencana. Karena itu kita tidak boleh menggantungkan diri kepada AI, tetapi memanfaatkannya untuk kepentingan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ucapnya.

Menutup sambutannya, Made Madiarsa mengajak para lulusan untuk terus berkarya dan mengambil bagian dalam pembangunan bangsa melalui ilmu yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan di UNIPAS Singaraja. Ia berharap para alumni mampu menjaga nama baik almamater sekaligus menjadi agen perubahan di tengah masyarakat. "Marilah kita membangun negeri ini dan bersatu. Percayakanlah semua itu kepada Universitas Panji Sakti, Program Studi Manajemen di Fakultas Ekonomi," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....