Brida Buleleng Rampungkan Kajian Tingkatkan Produksi Padi di Gerokgak
- 06 Agt 2026 09:14 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kabupaten Buleleng menggelar Sidang Tim Pengendali Mutu (TPM) untuk membahas laporan akhir Kajian Peningkatan Produksi Padi pada aset Pemerintah Kabupaten Buleleng di Desa Gerokgak, Rabu 5 Agustus 2026.
Kegiatan ini menjadi tahapan akhir penyusunan kajian yang dilakukan Brida bekerja sama dengan Universitas Panji Sakti (Unipas) Singaraja sebagai upaya menghadirkan rekomendasi berbasis riset dalam optimalisasi pemanfaatan aset daerah.
Sidang yang dipimpin Sekretaris Brida Buleleng, drg. I Ketut Wika, membahas hasil kajian yang diusulkan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Kabupaten Buleleng. Kajian tersebut diharapkan menjadi dasar penyusunan kebijakan untuk meningkatkan produktivitas lahan sekaligus mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Sekretaris Brida Buleleng, drg. I Ketut Wika, mengatakan sidang ini bertujuan memperoleh masukan terhadap laporan akhir sehingga hasil kajian dapat menghasilkan rekomendasi yang aplikatif bagi pemerintah daerah dalam mengelola aset pertanian.
"Kegiatan ini merupakan tahapan akhir penyusunan kajian yang dilaksanakan melalui kerja sama Brida Buleleng dengan Unipas Singaraja. Kami berharap hasil kajian ini dapat menjadi rekomendasi yang aplikatif untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan aset pemerintah daerah sekaligus mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah," ujarnya.
Ketua Tim Pelaksana dari Unipas Singaraja, Putu Shantiawan Prabawa, memaparkan strategi optimalisasi lahan aset Pemerintah Kabupaten Buleleng seluas 11,8 hektare di Desa Gerokgak. Strategi tersebut meliputi pengembangan varietas padi unggul, penerapan teknologi irigasi hemat air melalui metode Alternate Wetting and Drying (AWD), penjadwalan tanam bertahap (staggered planting), hingga pengembangan sistem pertanian terintegrasi (Integrated Farming System) yang dipadukan dengan hilirisasi produk dan potensi agroeduwisata.
"Melalui penerapan teknologi irigasi hemat air, pengembangan varietas unggul, serta penguatan hilirisasi hasil pertanian melalui kemitraan dan branding produk lokal, kami berharap produktivitas lahan meningkat, penggunaan air lebih efisien, dan aset daerah mampu memberikan nilai tambah yang berkelanjutan," kata Shantiawan.
Sementara itu, Kepala Brida Buleleng Ketut Suwarmawan meminta seluruh masukan yang berkembang dalam sidang diakomodasi sebagai penyempurnaan laporan akhir. Menurutnya, kajian tersebut harus mampu menjadi landasan pengambilan kebijakan yang dapat diimplementasikan dalam mengoptimalkan pemanfaatan aset pemerintah daerah untuk mendukung ketahanan pangan, meningkatkan produktivitas pertanian, sekaligus memberikan kontribusi terhadap PAD Kabupaten Buleleng.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....