BPBD Bali Eksplorasi AI untuk Perkuat Peringatan Dini dan Respons Bencana
- 01 Okt 2026 14:29 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Negara – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali mengeksplorasi pemanfaatan Artificial Intelligence (AI), termasuk Agent AI, untuk memperkuat pengelolaan informasi kebencanaan, sistem peringatan dini, serta mendukung pengambilan keputusan berbasis data.
Upaya tersebut dilakukan melalui Pelatihan Agent AI Tahap II yang digelar BPBD Provinsi Bali bersama BINAR Academy dengan dukungan Program SIAP SIAGA, kemitraan Australia-Indonesia dalam pengelolaan risiko bencana.
Pelatihan berlangsung selama empat hari dan diikuti personel BPBD Provinsi Bali. Kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan pemahaman mengenai AI, tetapi juga mengeksplorasi pemanfaatannya sesuai dengan kebutuhan operasional penanggulangan bencana di Bali.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali, Dr. Teja Bhusana, mengatakan perkembangan teknologi perlu dimanfaatkan untuk membantu petugas menghadapi semakin kompleksnya arus informasi, khususnya ketika terjadi bencana.
"Harapannya melalui lokakarya ini, Agent AI bisa membantu para petugas di bidang kebencanaan untuk lebih fokus pada operasi penanganan bencana, karena sistem informasi sudah dikelola dengan baik," ucap Teja.
Menurutnya, pengelolaan informasi menjadi tantangan tersendiri ketika bencana terjadi secara bersamaan di sejumlah wilayah.
"Ketika cuaca ekstrem, kejadian bisa terjadi di enam sampai tujuh kabupaten sekaligus. Selama ini kita mengandalkan laporan dari kabupaten, sementara masyarakat sering kali sudah lebih dulu menyampaikan informasi secara langsung. Kecepatan informasi ini menjadi tantangan sekaligus peluang yang perlu dikelola dengan baik," katanya.
Dalam pelatihan tersebut, terdapat tiga bidang utama yang menjadi fokus eksplorasi pemanfaatan AI, yakni komunikasi risiko hidrometeorologi, Bali Tsunami Early Warning System (BTEWS), serta penyusunan laporan situasi kebencanaan.
Pada komunikasi risiko hidrometeorologi, AI dieksplorasi untuk membantu pengelolaan informasi cuaca, prakiraan risiko, dan peringatan dini agar dapat diterjemahkan menjadi informasi yang lebih mudah dipahami masyarakat.
Sementara pada BTEWS, teknologi tersebut dieksplorasi untuk mendukung pengelolaan dan penyebarluasan informasi peringatan dini tsunami secara lebih cepat dan terstruktur.
Adapun dalam penyusunan laporan situasi kebencanaan, AI berpotensi membantu petugas mengumpulkan, mengelompokkan, dan merekap informasi dari berbagai sumber. Dengan demikian, petugas dapat memperoleh gambaran situasi secara lebih cepat dan komprehensif.
Teja menambahkan, kemampuan mengelola informasi secara cepat dan akurat menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung keselamatan masyarakat.
"Di tengah meningkatnya frekuensi kejadian hidrometeorologi dan kompleksitas risiko bencana, kemampuan mengelola informasi secara cepat dan akurat menjadi salah satu faktor kunci dalam mendukung keselamatan masyarakat," tambahnya.
Eksplorasi teknologi tersebut diperkuat melalui peningkatan kapasitas personel Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Provinsi Bali. Selain pemahaman teknis mengenai AI dan Agent AI, peserta juga diarahkan untuk mengidentifikasi kebutuhan operasional agar teknologi yang dikembangkan sesuai dengan tantangan di lapangan.
Direktur AI sekaligus Advisor BINAR Academy, Nur Rahmah, mengatakan Agent AI berpotensi dimanfaatkan dalam berbagai tahapan penanggulangan bencana.
"Pemanfaatan Agent AI dapat dimulai sebelum bencana terjadi, misalnya untuk mengolah informasi risiko dan peringatan dini. Saat bencana, teknologi ini dapat membantu mempercepat distribusi informasi dan mendukung pengambilan keputusan. Sementara pada tahap pascabencana, Agent AI berpotensi membantu pemantauan dampak dan kerusakan," ujarnya.
Dalam penerapannya, kecerdasan buatan tidak diposisikan sebagai pengganti petugas maupun pengambil keputusan. Teknologi tersebut diarahkan sebagai alat bantu untuk mempercepat pengolahan informasi, merangkum data dari berbagai sumber, serta memberikan dukungan analisis kepada petugas.
Provincial Manager Program SIAP SIAGA Bali, Ikhyaul Ihsan, mengatakan pemanfaatan teknologi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sistem kebencanaan yang mampu merespons perkembangan risiko dan kebutuhan masyarakat.
"Upaya ini merupakan bagian dari langkah proaktif BPBD Provinsi Bali dalam menjawab kebutuhan masyarakat akan informasi yang valid dan mudah diakses, sehingga respons kebencanaan dapat dilakukan secara lebih cepat dan tepat," katanya.
Ke depan, pemanfaatan Agent AI berpotensi mendukung pengelolaan informasi risiko sebelum bencana, analisis situasi saat tanggap darurat, hingga pemantauan dampak dan kebutuhan pemulihan pascabencana.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya BPBD Provinsi Bali mengembangkan sistem penanggulangan bencana yang adaptif terhadap perkembangan risiko dan teknologi, dengan penguatan peringatan dini, pengelolaan informasi, serta analisis situasi berbasis data.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....