Kemarau Panjang, 1.048 KK di Jembrana Krisis Air Bersih
- 16 Sep 2026 06:46 WIB
- Singaraja
Poin Utama
- Kemarau berkepanjangan hingga pertengahan September 2026 menyebabkan 1.048 kepala keluarga di Kabupaten Jembrana, Bali mengalami kekurangan pasokan air bersih yang signifikan.
- BPBD Jembrana telah meningkatkan upaya penanganan darurat dengan menyalurkan 408.200 liter air bersih kepada masyarakat terdampak di berbagai wilayah.
- Situasi ketersediaan air bersih menjadi tantangan serius yang memerlukan koordinasi intensif dari instansi penanggulangan bencana daerah untuk mengatasi dampak kemarau panjang.
RRI.CO.ID, Negara – Kemarau yang berkepanjangan mulai berdampak serius terhadap ketersediaan air bersih di Kabupaten Jembrana, Bali. Hingga pertengahan September 2026, sedikitnya 1.048 kepala keluarga (KK) tercatat terdampak kekurangan pasokan air bersih.
Kondisi tersebut mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana meningkatkan penanganan di sejumlah wilayah yang mengalami kesulitan air. Hingga saat ini, sebanyak 408.200 liter air bersih telah disalurkan kepada masyarakat terdampak.
Kepala Pelaksana BPBD Jembrana I Putu Agus Artana Putra mengatakan, pihaknya juga telah menyiapkan sarana penampungan untuk memudahkan masyarakat memperoleh bantuan air. Sebanyak 18 unit bak penampungan dipasang di sejumlah titik yang mengalami krisis air.
Namun, upaya tersebut menghadapi kendala di lapangan. Ketersediaan tandon air komersial yang terbatas menyebabkan distribusi air tidak selalu didukung fasilitas penampungan yang memadai.
Untuk mengatasi persoalan itu, BPBD Jembrana mengambil langkah alternatif dengan membuat tempat penampungan sementara. Petugas menggunakan terpal di sejumlah lokasi agar air yang dikirim tetap dapat ditampung dan dimanfaatkan warga.
“Karena ketersediaan penampung air seperti tandon sangat terbatas, kami membuat tempat penampungan darurat menggunakan terpal di beberapa titik. Yang terpenting, air yang didistribusikan bisa tertampung dan langsung dimanfaatkan oleh warga,” ujar Agus Artana.
Menurutnya, volume air yang telah didistribusikan hingga pertengahan September mencapai 408.200 liter atau setara 408,2 meter kubik. Bantuan tersebut diberikan ke berbagai wilayah yang masyarakatnya mulai kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih untuk keperluan sehari-hari.
BPBD Jembrana memperkirakan jumlah warga terdampak masih dapat bertambah. Musim kemarau diprediksi belum berakhir dalam waktu dekat dan berpotensi berlangsung hingga penghujung tahun.
“Krisis air bersih ini berpotensi semakin meluas. Apalagi musim kemarau diprediksi masih akan terus terjadi hingga Desember mendatang,” tegas Agus Artana.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....