PMI Salurkan 285 Ribu Liter Air Bersih untuk Tiga Kecamatan di Buleleng

  • 22 Sep 2026 07:14 WIB
  •  Singaraja
Poin Utama
  • Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Buleleng telah mendistribusikan 285.000 liter air bersih kepada masyarakat terdampak kemarau di tiga kecamatan: Sawan, Banjar, dan Tejakula.
  • Bantuan air bersih tersebut telah menjangkau 19.039 jiwa melalui 40 kali pelayanan dengan dukungan 79 personel PMI sejak pembaruan dashboard pada 22 September 2026.

RRI.CO.ID, Singaraja - Musim kemarau yang berlangsung sepanjang tahun 2026 menyebabkan sejumlah wilayah di Kabupaten Buleleng, Bali, mengalami penurunan debit air bersih. Menyikapi kondisi tersebut, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Buleleng bersama sejumlah instansi melakukan distribusi air bersih kepada masyarakat terdampak di Kecamatan Sawan, Banjar, dan Tejakula.

Berdasarkan Dashboard Respon Kekeringan Ekstrem PMI Provinsi Bali yang diperbarui pada 22 September 2026, layanan distribusi air di Buleleng telah mencapai 285.000 liter. Bantuan tersebut disalurkan melalui 40 kali pelayanan dan telah menjangkau 19.039 jiwa dengan dukungan 79 personel PMI.

Ketua PMI Kabupaten Buleleng, Gede Supriatna, mengatakan musim kemarau tahun ini terasa lebih kering dibandingkan biasanya sehingga beberapa desa mengalami kekurangan pasokan air bersih. “PMI berkontribusi membantu pengadaan air bersih bagi desa-desa yang mengalami kekurangan air, bersama BPBD, PDAM, dan pemadam kebakaran untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kabupaten Buleleng,” ujarnya pada Selasa, 22 September 2026.

Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Buleleng Gede Supriatna yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Buleleng. (Foto: RRI/Sukasah Brata Winangun).

Selain memenuhi kebutuhan air bersih, PMI juga menjalankan program promosi kesehatan di lokasi terdampak. Tercatat 10 kegiatan edukasi kesehatan telah dilaksanakan dengan menjangkau 1.086 penerima manfaat, serta melibatkan 49 personel di lapangan.

Program promosi kesehatan juga memberikan perhatian kepada kelompok rentan. Data PMI mencatat penerima manfaat meliputi 673 anak-anak, 13 lansia, 4 penyandang disabilitas, dan 12 ibu hamil, sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan masyarakat selama musim kemarau berlangsung.

PMI Kabupaten Buleleng menegaskan penanganan kekeringan dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor agar distribusi air bersih dapat berjalan efektif dan tepat sasaran. Sinergi antara PMI, pemerintah daerah, dan instansi terkait diharapkan mampu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat hingga kondisi ketersediaan air kembali normal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....