Bus Masuk Gang di Gilimanuk, Warung Warga Rusak Ditabrak

  • 19 Sep 2026 04:38 WIB
  •  Singaraja
Poin Utama
  • Bus melintas melalui Gang I untuk menghindari antrean panjang kendaraan yang menuju Pelabuhan Gilimanuk.
  • Bus besar menabrak warung milik Suroso di Lingkungan Arum Barat, Kelurahan Gilimanuk, Jembrana, Bali pada Selasa, 15 September 2026 sore, mengakibatkan kerusakan parah pada atap warung.

RRI.CO.ID, Negara – Sebuah bus besar menabrak bagian depan warung milik warga di Lingkungan Arum Barat, Kelurahan Gilimanuk, Jembrana, Bali, hingga menyebabkan bagian atap mengalami kerusakan. Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa, 15, September 2026, petang. Bus diduga memilih melintas melalui Gang I untuk menghindari antrean kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk.

Lurah Gilimanuk Ida Bagus Tony Wirahadikusuma membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan warung yang terdampak merupakan milik Suroso, warga setempat.

"Warung itu milik Pak Suroso. Warungnya ditabrak bus besar yang mau nyebrang ke pelabuhan Gilimanuk lewat Gang I," jelas Tony, Rabu, 16 September 2026.

Akibat kejadian tersebut, bagian depan warung mengalami kerusakan. Pemilik warung diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp500 ribu untuk perbaikan.

“Ya, kemarin pengurus busnya sudah ganti rugi untuk perbaikan warung warga. Warga tersebut merupakan warga miskin desil 1,” ujar Tony.

Menurut Tony, persoalan kendaraan besar yang masuk ke gang permukiman bukan kali pertama terjadi. Antrean panjang kendaraan logistik dan bus menuju Pelabuhan Gilimanuk selama proses peningkatan kapasitas dermaga membuat sebagian pengemudi mencari jalur alternatif.

Kondisi tersebut semakin sering terjadi ketika terjadi kepadatan kendaraan di jalur utama menuju pelabuhan. Padahal, gang di kawasan permukiman tersebut hanya diperuntukkan bagi kendaraan kecil.

“Selama ada kemacetan menuju pelabuhan, kendaraan besar seperti bus terus ada yang masuk ke gang. Warga di sana protes. Parahnya, saat warga selesai merabat jalan di sisi gang, jalan kembali hancur akibat kendaraan besar,” jelas Tony.

Selain mengancam keselamatan warga dan berpotensi merusak bangunan, kendaraan berat yang melintas juga dikhawatirkan merusak badan jalan. Terlebih, sejumlah ruas gang sebelumnya diperbaiki melalui swadaya masyarakat.

Tony menegaskan, warga hanya mengizinkan kendaraan berukuran kecil melewati gang permukiman. Pembatasan tersebut dilakukan untuk menjaga keamanan sekaligus mencegah kerusakan terhadap infrastruktur dan bangunan warga.

Tidak hanya persoalan jalan, kendaraan besar yang masuk ke gang juga berpotensi mengganggu jaringan utilitas. Sejumlah kabel listrik dan jaringan internet yang melintang rendah dapat terdampak ketika kendaraan berukuran tinggi melintas.

Menindaklanjuti keluhan warga, pihak Kelurahan Gilimanuk kemudian melakukan koordinasi dengan sejumlah instansi terkait. Rapat koordinasi digelar untuk membahas persoalan kendaraan besar yang menggunakan gang permukiman sebagai jalur menuju pelabuhan. Tony berharap persoalan tersebut dapat segera dicarikan solusi sehingga gang permukiman tidak lagi digunakan sebagai jalur kendaraan besar menuju Pelabuhan Gilimanuk.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....