BPTD Bali Bakal Pasang Sistem Weigh in Motion di Gilimanuk
- 31 Jul 2026 13:30 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Negara - Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Bali bakal memasang teknologi penimbangan otomatis Weigh in Motion (WIM) langsung di lajur jalan nasional wilayah Gilimanuk (Jembrana) dan Padangbai (Karangasem). Langkah cerdas ini diambil guna menindak maraknya pengemudi truk barang berukuran besar, termasuk angkutan Over Dimension Over Loading (ODOL), yang sengaja menerobos atau menghindari pengawasan UPPKB Cekik.
Pemasangan sensor penimbang otomatis di badan jalan utama ini diproyeksikan menjadi solusi ampuh memangkas celah pelanggaran angkutan barang tanpa mengganggu kelancaran arus lalu lintas.
Kepala BPTD Kelas II Bali, I Made Suraharta, membenarkan bahwa rendahnya kepatuhan armada truk masuk ke area jembatan timbang menjadi tantangan paling krusial saat ini. Padahal, volume angkutan barang yang melintasi jalur Denpasar–Gilimanuk terbilang sangat padat.
"Memang masih ada kendaraan barang yang lolos dari pengawasan karena menghindari jembatan timbang atau tidak memasuki kawasan UPPKB. Semestinya wajib. Namun mengatasi hal tersebut, pemerintah pusat tengah mengembangkan sistem Weigh in Motion (WIM)," kata Suraharta.
Keunggulan utama teknologi WIM terletak pada mekanisme deteksi otomatisnya. Saat truk melintas dalam kecepatan normal di jalan raya, sensor WIM di dalam aspal akan langsung mencatat tonase beserta beban muatan kendaraan secara akurat, tanpa mengharuskan armada fisik membelokkan kendaraannya masuk ke dalam area UPPKB Cekik.
Sistem WIM ini nantinya akan disinergikan dengan kamera pemindai plat nomor Network Plate Reader (NPR) untuk membaca identitas nomor polisi kendaraan secara otomatis, yang langsung terkoneksi ke basis data registrasi angkutan.
Berdasarkan pencatatan kamera Traffic Counting (TC) di depan UPPKB Cekik, pergerakan angkutan barang mencapai rata-rata 5.318 unit per hari (2.170 unit masuk Bali dan 3.148 unit keluar Bali). Namun, dari ribuan armada melintas tersebut, tercatat hanya rata-rata 185 unit per hari yang masuk untuk diperiksa. Di luar kelompok angkutan tangki BBM dan trailer (rata-rata 192 unit per hari) yang mengantongi izin pengecualian resmi, disinyalir kuat ribuan truk non-pengecualian lainnya sengaja kucing-kucingan menghindari jembatan timbang.
Guna menopang pengawasan digital tersebut, BPTD Bali kini tengah menyiapkan Situation Room di Kantor BPTD Bali sebagai pusat komando dan konsolidasi data angkutan barang lintas instansi, baik tingkat pusat, provinsi, maupun kabupaten/kota.
Penguatan infrastruktur digital melalui integrasi WIM, kamera NPR, dan Situation Room ini ditargetkan rampung secara bertahap guna menyorot truk nakal, sekaligus mendukung penerapan penegakan hukum secara menyeluruh (full enforcement) terhadap pelanggaran ODOL secara nasional mulai tahun 2027.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....