Digitalisasi Pemkab Bangli Diproyeksikan Efisienkan Belanja TIK Rp1,175 Miliar
- 18 Sep 2026 07:33 WIB
- Singaraja
Poin Utama
- Pemerintah Kabupaten Bangli menargetkan efisiensi belanja TIK mencapai Rp1,175 miliar per tahun melalui integrasi sistem digital lintas organisasi perangkat daerah.
- Efisiensi ini merupakan salah satu sasaran utama penerapan CITA GOV (Collaborative for Integrated Digital Transformation Government).
RRI.CO.ID, Bangli - Pemerintah Kabupaten Bangli menargetkan efisiensi belanja teknologi informasi dan komunikasi (TIK) hingga Rp1,175 miliar per tahun melalui integrasi sistem digital lintas organisasi perangkat daerah (OPD).
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Diskominfosan) Kabupaten Bangli I Nyoman Murdhita mengatakan efisiensi tersebut menjadi salah satu sasaran penerapan CITA GOV (Collaborative for Integrated Digital Transformation Government).
"Bukan lagi seberapa banyak kita membuat aplikasi, melainkan seberapa baik kita mampu mengendalikan, mengintegrasikan, dan mengamankan transformasi digital tersebut untuk kesejahteraan rakyat," kata Murdhita, Kamis, 17 September 2026.
Menurut dia, efisiensi belanja TIK dilakukan antara lain dengan mengurangi duplikasi aplikasi, mempercepat proses kerja, dan memitigasi risiko keamanan siber. Pengembangan sistem terintegrasi tersebut dilakukan di tengah peningkatan Indeks Pemerintahan Digital (PEMDI) Kabupaten Bangli yang naik dari 2,48 pada 2023 menjadi 2,71 pada 2024 dan 2,79 pada 2025.
Meski demikian, peningkatan indeks tersebut masih diikuti dengan sejumlah persoalan dalam pengelolaan teknologi informasi. Nilai manajemen SPBE Kabupaten Bangli tercatat 1,09, sedangkan audit TIK berada pada angka 1,00.
Murdhita mengatakan kondisi tersebut menunjukkan peningkatan jumlah aplikasi perlu diikuti dengan penguatan pengendalian dan integrasi sistem.
CITA GOV dikembangkan sebagai arsitektur pengendali transformasi digital pemerintah daerah. Sistem tersebut terdiri atas tiga lapisan, yakni lapisan operasional pada OPD, lapisan pengendalian melalui digital orchestrator pada Diskominfosan, dan lapisan eksekutif berupa dasbor manajerial untuk bupati dan sekretaris daerah.
Selain CITA GOV, Pemkab Bangli meluncurkan lima inovasi digital lain yang menyasar sejumlah sektor pelayanan dan pengelolaan pemerintahan.
Sekretariat DPRD Bangli mengembangkan Penglipuran Bangli (Pelayanan Legislasi, Integritas Persidangan, Upaya Regulasi Aspirasi, dan Notulensi). Sistem tersebut mencakup e-Aspirasi yang terintegrasi dengan SIPD, e-Sidang untuk pengelolaan dokumen persidangan, serta e-Risalah AI untuk membantu proses transkripsi.
Di sektor pariwisata, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Bangli meluncurkan Sintesis DTW Bangli (Strategy Sistem Integrasi Retribusi Daya Tarik Wisata). Sistem tersebut mengintegrasikan pembayaran retribusi melalui single gateway berbasis IoT dan QRIS dengan melibatkan desa adat dan BPD Bali. Sistem itu diproyeksikan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) sektor pariwisata hingga 13 persen.
Selanjutnya, Sekretariat Daerah Bangli mengembangkan Integra-III berbasis platform Si-Bulan untuk mengintegrasikan pengelolaan logistik, penganggaran, pelacakan sarana dan prasarana, serta e-katalog lokal.
Pada sektor ketertiban umum, Satuan Polisi Pamong Praja Bangli meluncurkan SI Tampan Jas Berdasi. Sistem tersebut mengintegrasikan pelaporan ketertiban umum dengan melibatkan bendesa adat dan pacalang.
Sementara itu, Badan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BKPAD) Bangli mengembangkan Gencar Bangli untuk mengoptimalkan penerimaan pajak daerah berbasis data perizinan usaha. Gencar Bangli menyasar potensi Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) makanan dan minuman sebesar Rp15,92 miliar serta potensi sektor perhotelan sebesar Rp5,54 miliar.
Murdhita mengatakan integrasi berbagai sistem tersebut diharapkan dapat mengurangi penggunaan aplikasi yang berjalan sendiri-sendiri sekaligus meningkatkan pemanfaatan data dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....