KPU Buleleng Bekali 100 Siswa SMA Negeri 1 Busungbiu Jadi Pemilih Cerdas dan Kritis
- 17 Sep 2026 09:08 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Buleleng bersama Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Buleleng menggelar sosialisasi pendidikan demokrasi di SMA Negeri 1 Busungbiu, Selasa, 15 September 2026. Kegiatan ini menyasar sekitar 100 siswa kelas XII sebagai bekal menghadapi peran mereka sebagai pemilih pemula.
Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Kabupaten Buleleng Putu Arya Suarnata menekankan bahwa demokrasi merupakan sistem pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Menurutnya, pemahaman mengenai demokrasi perlu ditanamkan sejak usia sekolah agar generasi muda mampu berpartisipasi secara bertanggung jawab dalam kehidupan berbangsa.
“Demokrasi bukan hanya soal memilih pemimpin, tetapi juga memahami hak dan kewajiban sebagai warga negara serta berani menyampaikan pendapat secara bertanggung jawab,” ujarnya.
Sosialisasi juga membahas konsep Trias Politika sebagai pembagian kekuasaan antara lembaga eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Para siswa diberikan pemahaman bahwa pemisahan kekuasaan bertujuan mencegah penyalahgunaan wewenang sekaligus melindungi hak-hak dasar masyarakat.
Selain itu, peserta dikenalkan pada makna politik berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) maupun pandangan pakar ilmu politik Miriam Budiardjo. Politik dijelaskan sebagai proses penentuan kebijakan dan distribusi kekuasaan yang berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat sehari-hari.
Arya juga menjelaskan pentingnya pemungutan suara sebagai wujud kedaulatan rakyat dan mekanisme pergantian kepemimpinan secara damai serta konstitusional. Ia turut menguraikan peran masing-masing penyelenggara pemilu, mulai dari KPU sebagai pelaksana tahapan pemilu, Bawaslu sebagai pengawas, hingga DKPP yang menjaga etika penyelenggara.
“Generasi muda memiliki posisi penting dalam menentukan arah demokrasi. Karena itu, jadilah pemilih yang kritis, tidak mudah terpengaruh, dan selalu memeriksa kebenaran informasi sebelum mempercayainya,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....