KPU Buleleng Didik Pelajar Seririt Jadi Pemilih Kritis, Cek Fakta sebelum Memilih

  • 11 Sep 2026 13:19 WIB
  •  Singaraja
Poin Utama
  • KPU Kabupaten Buleleng melaksanakan sosialisasi pendidikan pemilih di SMK Negeri 1 Seririt pada 10 September 2026 untuk menanamkan kesadaran demokrasi kepada ratusan siswa kelas X dan XI.
  • Siswa dari jurusan Akuntansi, Busana, Perhotelan, dan Kuliner diajari pentingnya memilih berdasarkan rekam jejak, gagasan, dan kapasitas calon pemimpin sebagai bekal menghadapi peran mereka sebagai pemilih.
  • Di era arus informasi digital yang deras, sosialisasi ini juga mendorong generasi muda untuk bersikap kritis dalam menyaring informasi sebelum menentukan pilihan politik mereka.

RRI.CO.ID, Singaraja - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Buleleng mulai menanamkan pendidikan demokrasi kepada generasi muda melalui sosialisasi pendidikan pemilih di SMK Negeri 1 Seririt, Kamis 10 September 2026. Ratusan siswa kelas X dan XI dari jurusan Akuntansi, Busana, Perhotelan, dan Kuliner mengikuti kegiatan tersebut sebagai bekal menghadapi peran mereka sebagai pemilih pada masa mendatang.

Kegiatan ini tidak sekadar mengenalkan proses pemilu, tetapi juga mendorong pelajar memahami pentingnya memilih berdasarkan rekam jejak, gagasan, dan kapasitas calon pemimpin. Di tengah derasnya arus informasi digital, siswa juga diajak lebih kritis dalam menyaring informasi sebelum menentukan pilihan politik.

Wakil Kepala Bidang Humas SMK Negeri 1 Seririt, Febri Rusdhyani, mengapresiasi langkah KPU Buleleng menghadirkan pendidikan pemilih di lingkungan sekolah. Menurutnya, pemahaman mengenai demokrasi perlu diberikan sejak dini agar generasi muda mampu menggunakan hak pilih secara bijaksana.

“Kami berharap siswa memahami pentingnya demokrasi dan pemilu sejak dini, sehingga nantinya mampu menggunakan hak pilih secara bijak serta menyikapi perbedaan pilihan dengan sikap terbuka dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Buleleng, Putu Arya Suarnata, membuka sesi materi dengan cara berbeda. Ia mengajak beberapa siswa maju ke depan untuk saling berkenalan sebagai ilustrasi sederhana mengenai pentingnya mengenal sosok yang akan dipilih dalam sebuah demokrasi.

Dari interaksi tersebut, Arya menjelaskan bahwa mengenal calon pemimpin tidak cukup hanya mengetahui nama atau wajahnya. Masyarakat, termasuk pemilih muda, perlu memahami rekam jejak, gagasan, integritas, dan kemampuan calon sebelum menjatuhkan pilihan, katanya.

Suasana diskusi semakin hidup ketika siswa diberi sejumlah pertanyaan pemantik mengenai alasan pentingnya pemilu, jumlah partai politik peserta Pemilu 2024, hingga tiga lembaga penyelenggara pemilu di Indonesia. Melalui materi bertajuk “Kenapa Harus Pemilu?”, para pelajar diajak memahami bahwa pemilu merupakan mekanisme damai untuk melakukan pergantian kepemimpinan sekaligus menjaga kedaulatan rakyat.

KPU Buleleng juga menjelaskan peran masing-masing lembaga penyelenggara, yakni KPU sebagai pelaksana tahapan pemilu, Bawaslu sebagai pengawas dan penindak pelanggaran, serta DKPP yang menangani persoalan kode etik penyelenggara pemilu. Pemahaman tersebut diharapkan membuat siswa lebih mengenal sistem demokrasi yang berlaku di Indonesia.

Selain membahas tentang pemilu, KPU Buleleng turut menyoroti bahaya hoaks dan fitnah yang banyak beredar di media sosial. Siswa didorong membiasakan diri memeriksa judul, mengecek sumber informasi, melakukan verifikasi fakta, dan tidak mudah terpancing oleh konten provokatif sebelum membagikannya kepada orang lain.

Di akhir kegiatan, KPU Buleleng mengajak para pelajar mempersiapkan diri menjadi bagian dari penyelenggara demokrasi di masa depan. Siswa yang telah memenuhi syarat nantinya memiliki kesempatan bergabung sebagai badan ad hoc penyelenggara pemilu untuk memperoleh pengalaman, belajar bekerja dalam tim, sekaligus berkontribusi dalam penyelenggaraan pemilu yang jujur dan berkualitas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....