Harga Pangan Jadi Penyumbang Terbesar Inflasi Singaraja
- 16 Sep 2026 11:47 WIB
- Singaraja
Poin Utama
- Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang inflasi terbesar di Singaraja pada Agustus 2026 dengan kontribusi 1,46 persen terhadap inflasi tahunan.
- Inflasi year-on-year untuk kelompok makanan, minuman, dan tembakau mencapai 4,23 persen berdasarkan data resmi BPS Kabupaten Buleleng.
- Indeks Harga Konsumen (IHK) naik signifikan dari 116,68 pada Agustus 2025 menjadi 121,61 pada Agustus 2026, mencerminkan peningkatan harga konsumsi pangan.
RRI.CO.ID, Singaraja - Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar inflasi tahunan di Singaraja pada Agustus 2026 dengan andil sebesar 1,46 persen.
Berdasarkan Berita Resmi Statistik BPS Kabupaten Buleleng Nomor 09/09/5108/Th. XIII, kelompok tersebut mengalami inflasi year on year (y-on-y) sebesar 4,23 persen, dengan kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 116,68 pada Agustus 2025 menjadi 121,61 pada Agustus 2026.
Kenaikan tersebut dipengaruhi oleh inflasi pada subkelompok makanan sebesar 4,66 persen, minuman yang tidak beralkohol sebesar 1,28 persen, serta rokok dan tembakau sebesar 2,73 persen.
BPS Kabupaten Buleleng mencatat sejumlah komoditas pangan menjadi penyumbang utama inflasi. Daging ayam ras memberikan andil terbesar, yakni 0,48 persen, disusul cabai rawit sebesar 0,17 persen, minyak goreng 0,11 persen dan beras 0,10 persen.
Komoditas lainnya yang turut memberikan andil antara lain ikan tongkol atau ikan ambu-ambu sebesar 0,09 persen, ketimun dan jeruk masing-masing 0,08 persen, serta ikan teri dan terong masing-masing 0,06 persen.
Secara bulanan, kelompok makanan, minuman, dan tembakau pada Agustus 2026 mengalami inflasi sebesar 2,62 persen dan memberikan andil sebesar 0,90 persen terhadap inflasi Singaraja.
Pada periode tersebut, daging ayam ras kembali menjadi komoditas dengan andil terbesar, yakni 0,55 persen. Berikutnya air kemasan 0,07 persen, beras 0,06 persen, serta ketimun, jeruk dan ikan teri yang masing-masing memberikan andil 0,05 persen.
BPS Kabupaten Buleleng juga mencatat ayam hidup, cabai rawit, kacang panjang dan udang basah masing-masing memberikan andil 0,04 persen terhadap inflasi bulanan kelompok tersebut.
Secara keseluruhan, Singaraja pada Agustus 2026 mengalami inflasi year on year sebesar 3,61 persen. Selain kelompok makanan, minuman, dan tembakau, sejumlah kelompok pengeluaran lain juga mengalami kenaikan harga, termasuk transportasi sebesar 5,04 persen dan penyediaan makanan dan minuman atau restoran sebesar 5,93 persen.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....