BPS Kabupaten Buleleng: Inflasi Singaraja Agustus 2026 Capai 3,61 Persen

  • 16 Sep 2026 11:47 WIB
  •  Singaraja
Poin Utama
  • Inflasi year-on-year di Singaraja pada Agustus 2026 mencapai 3,61 persen menurut data BPS Kabupaten Buleleng.
  • Indeks Harga Konsumen meningkat menjadi 112,82 pada Agustus 2026 dibandingkan dengan 108,89 pada Agustus 2025.

RRI.CO.ID, Singaraja - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Buleleng mencatat inflasi secara tahunan (year on year/y-on-y) di Singaraja pada Agustus 2026 mencapai 3,61 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 112,82.

Kepala BPS Kabupaten Buleleng Gede Iwan Santika dalam Berita Resmi Statistik Nomor 09/09/5108/Th. XIII yang dirilis 1 September 2026 menyebutkan kenaikan IHK tersebut meningkat dari 108,89 pada Agustus 2025 menjadi 112,82 pada Agustus 2026.

Secara bulanan (month to month/m-to-m), Singaraja pada Agustus 2026 mengalami inflasi sebesar 1,12 persen, sedangkan secara kumulatif sejak awal tahun (year to date/y-to-d) mencapai 2,19 persen.

Inflasi tahunan tersebut terjadi karena kenaikan harga pada 10 kelompok pengeluaran. Kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran mencatat inflasi tertinggi sebesar 5,93 persen, disusul perawatan pribadi dan jasa lainnya 5,32 persen serta transportasi 5,04 persen.

Sementara kelompok makanan, minuman dan tembakau mengalami inflasi sebesar 4,23 persen. Kelompok lainnya yang mengalami kenaikan antara lain perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 2,83 persen; kesehatan 2,57 persen; informasi, komunikasi dan jasa keuangan 1,58 persen; perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,62 persen; pakaian dan alas kaki 0,61 persen; serta pendidikan 0,60 persen.

Satu kelompok pengeluaran tercatat mengalami deflasi, yakni rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,43 persen, sehingga memberikan sedikit tekanan penahan terhadap inflasi Singaraja.

Dari sisi kontribusi, kelompok makanan, minuman dan tembakau menjadi penyumbang terbesar inflasi tahunan dengan andil 1,46 persen. Berikutnya transportasi sebesar 0,55 persen, penyediaan makanan dan minuman/restoran 0,49 persen, perawatan pribadi dan jasa lainnya 0,48 persen, serta perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga 0,39 persen.

Sejumlah komoditas tercatat dominan memberikan andil terhadap inflasi tahunan, antara lain daging ayam ras, tarif air minum PAM, bensin, emas perhiasan, cabai rawit, sate, laptop atau notebook, biaya pemeliharaan atau service, minyak goreng dan beras.

Perkembangan inflasi Singaraja pada Agustus 2026 juga lebih tinggi dibandingkan periode yang sama dalam dua tahun sebelumnya. Inflasi year on year pada Agustus 2024 tercatat 1,69 persen dan pada Agustus 2025 sebesar 2,71 persen, sebelum mencapai 3,61 persen pada Agustus 2026.

Dalam perbandingan antarwilayah di Bali, inflasi year on year Singaraja sebesar 3,61 persen berada sedikit di bawah Denpasar yang mencapai 3,64 persen. Sementara Badung mencatat inflasi sebesar 2,86 persen.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....