Pemilu Raya SMA Negeri 2 Tejakula Jadi Praktik Demokrasi bagi Siswa

  • 06 Okt 2026 14:30 WIB
  •  Singaraja
Poin Utama
  • KPU Kabupaten Buleleng menyelenggarakan pendidikan demokrasi kepada siswa SMA Negeri 2 Tejakula pada Senin, 5 Oktober 2026.
  • Pemilu Raya di SMA Negeri 2 Tejakula menggunakan mekanisme yang menyerupai pemilihan umum nasional, melibatkan penyelenggara pemilu dan partai sekolah.
  • Kegiatan pendidikan demokrasi bertujuan memberikan pemahaman mengenai proses pemilihan, partisipasi, dan nilai-nilai demokrasi yang akan diterapkan dalam lingkungan sekolah.

RRI.CO.ID, Singaraja - Pemilihan ketua OSIS di SMA Negeri 2 Tejakula tidak hanya menjadi agenda pergantian kepengurusan siswa. Sekolah tersebut kembali menggelar Pemilu Raya dengan mekanisme yang dibuat menyerupai proses pemilihan umum di Indonesia, termasuk keterlibatan penyelenggara pemilu dan peserta dari unsur partai sekolah.

Menjelang pelaksanaan Pemilu Raya tersebut, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Buleleng memberikan pendidikan demokrasi kepada para siswa, Senin, 5 Oktober 2026. Kegiatan ini diikuti jajaran KPU Buleleng bersama pihak sekolah untuk memberikan pemahaman mengenai proses pemilihan, partisipasi, serta nilai-nilai demokrasi yang akan diterapkan dalam lingkungan sekolah.

Ketua KPU Kabupaten Buleleng Komang Dudhi Udiyana mengatakan, Pemilu Raya di SMA Negeri 2 Tejakula merupakan bentuk pembelajaran demokrasi yang dilakukan secara langsung. Menurutnya, mekanisme pemilihan ketua OSIS yang mengadopsi sistem pemilu dapat membuat siswa tidak hanya memahami demokrasi melalui teori, tetapi juga merasakan prosesnya secara langsung.

"Kami mengupayakan agar metode pemilihan ketua OSIS dapat dilaksanakan dengan mekanisme yang menyerupai pemilu di Indonesia. Kami sangat bangga karena SMA Negeri 2 Tejakula mampu melaksanakan Pemilu Raya untuk yang kedua kalinya. Artinya, sosialisasi yang kami lakukan bersama sekolah mulai diterapkan dan mendorong siswa untuk mempraktikkan nilai-nilai demokrasi," ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, siswa juga mendapat pemaparan mengenai tahapan demokrasi yang akan mereka jalani dalam Pemilu Raya. Materi disampaikan Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia KPU Buleleng Putu Arya Suarnata, kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab bersama peserta.

Konsep Pemilu Raya di SMA Negeri 2 Tejakula dibuat dengan sejumlah unsur yang menyerupai penyelenggaraan pemilu di Indonesia. Sekolah memiliki KPU dan Bawaslu Sekolah, sementara peserta pemilihan berasal dari sejumlah partai siswa, di antaranya Partai Samgati dan Partai Bintang Kuning.

Para ketua partai nantinya memiliki ruang untuk mengusung calon maupun membangun koalisi dengan partai lain. Tahapan tersebut memberikan pengalaman kepada siswa mengenai proses pencalonan, komunikasi politik, pembentukan koalisi, hingga menentukan pilihan dalam sebuah pemilihan.

Sebelum memasuki tahapan Pemilu Raya, para peserta juga mengikuti pembacaan Deklarasi Pemilu Raya Damai SMA Negeri 2 Tejakula. Deklarasi tersebut menjadi komitmen bersama agar seluruh proses pemilihan berlangsung tertib, damai, serta tetap menjunjung prinsip demokrasi.

Melalui Pemilu Raya, siswa SMA Negeri 2 Tejakula tidak hanya belajar mengenai cara memilih pemimpin organisasi. Mereka juga diperkenalkan pada proses demokrasi yang mencakup partisipasi, pencalonan, persaingan, hingga menerima hasil pemilihan secara tertib dan bertanggung jawab.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....