Jumat Bersih Dorong Pengelolaan Sampah dari Sumber
- 11 Sep 2026 21:33 WIB
- Singaraja
Poin Utama
- Pengelolaan sampah dari sumber menjadi fokus utama dalam gerakan kebersihan lingkungan yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Buleleng.
- Kegiatan Jumat Bersih digelar serentak di enam lokasi: Lingkungan Desa Baktiseraga, Kelurahan Banjar Tegal, Kelurahan Beratan, Kelurahan Banjar Bali, Kelurahan Banyuasri, dan Kelurahan Banjar Jawa pada 11 September 2026.
- Kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan terhadap World Cleanup Day 2026 dan Gerakan Buleleng Bersih Sampah 2026 melalui edukasi pemilahan dan pengelolaan sampah kepada masyarakat.
RRI.CO.ID, Singaraja – Pengelolaan sampah dari sumber menjadi salah satu upaya yang terus didorong dalam gerakan kebersihan lingkungan di Kabupaten Buleleng. Edukasi kepada masyarakat mengenai pemilahan dan pengelolaan sampah menjadi bagian dari pelaksanaan Jumat Bersih yang digelar serentak di enam lokasi, Jumat, 11 September 2026.
Kegiatan tersebut menyasar Lingkungan Desa Baktiseraga, Kelurahan Banjar Tegal, Kelurahan Beratan, Kelurahan Banjar Bali, Kelurahan Banyuasri, dan Kelurahan Banjar Jawa. Pelaksanaan Jumat Bersih ini merupakan bagian dari dukungan terhadap World Cleanup Day (WCD) Tahun 2026 dan Gerakan Buleleng Bersih Sampah Tahun 2026.
Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mengatakan, persoalan sampah tidak cukup ditangani melalui kegiatan pembersihan lingkungan, tetapi membutuhkan perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah secara konsisten.

Menurutnya, pengelolaan sampah dari sumber, baik rumah tangga maupun aktivitas masyarakat, penting dilakukan agar sampah tidak berakhir dibuang sembarangan.
“Kegiatan hari ini seperti biasa kita melaksanakan Jumat Bersih. Ada enam lokasi yang kita sebar, melibatkan OPD dan Sekretariat Daerah untuk mengawasi serta berpartisipasi aktif melakukan pembersihan. Bersamaan dengan itu, kita memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih disiplin dalam mengolah sampah berbasis sumber,” ujar Bupati Sutjidra.
Ia menambahkan, masih ditemukan masyarakat yang belum disiplin dalam pengelolaan sampah. Karena itu, edukasi berkelanjutan dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat diperlukan agar kebersihan tidak hanya bergantung pada kegiatan gotong royong.
Melalui momentum WCD, Sutjidra berharap kesadaran menjaga kebersihan dan mengelola sampah secara bertanggung jawab dapat tumbuh menjadi kebiasaan masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....