Nelayan Jembrana Hilang usai Sampan Pecah di Perairan Pulukan
- 11 Sep 2026 08:25 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Negara – Seorang nelayan asal Kabupaten Jembrana, I Gusti Putu Sugiarta (38 tahun) dilaporkan hilang setelah sampan yang ditumpanginya mengalami kecelakaan di perairan Pantai Pulukan, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana, Bali. Hingga Kamis, 10 September 2026, tim SAR Gabungan masih melakukan pencarian terhadap korban.
Peristiwa tersebut terjadi Rabu, 9 September 2026 sekitar pukul 17.00 Wita di kawasan Takat Deken, perairan Pulukan. Sampan fiber berwarna putih bertuliskan Rahayu yang digunakan tiga nelayan itu pecah setelah menabrak kayu yang mengapung di tengah laut.
Sebelum kejadian, korban bersama Neri Muhtakim (32 tahun) dan Samsul Hadi (36 tahun), baru selesai memancing di sekitar perairan Pulukan dan dalam perjalanan kembali ke daratan.
Benturan dengan kayu menyebabkan bagian sampan rusak hingga akhirnya tenggelam. Ketiga nelayan kemudian berusaha bertahan dengan berpegangan pada pecahan sampan yang mengapung di permukaan laut.
Sekitar 30 menit berselang, seorang nelayan asal Pengambengan yang melintas di kawasan tersebut datang memberikan pertolongan. Namun, saat proses penyelamatan, Sugiarta terpisah dari dua rekannya.
Korban sebelumnya diketahui berpegangan pada pecahan katir sampan. Diduga terbawa arus laut, keberadaan Sugiarta kemudian tidak lagi terlihat. Dua rekannya sempat berupaya mencari di sekitar lokasi sebelum akhirnya meminta bantuan.
| Baca juga: Truk Angkut Buku Bekas Terguling di Klatakan |
Kasat Polairud Polres Jembrana AKP I Putu Suparta mengatakan, laporan mengenai nelayan yang belum ditemukan tersebut diterima petugas pada Kamis pagi.
"Sesuai laporan ada tiga orang yang mengalami kecelakaan laut kemarin. Namun, satu orang masih belum ditemukan. Sementara dua orang lainnya berhasil diselamatkan nelayan kemarin," kata Suparta.
Setelah menerima laporan, Tim SAR Gabungan Jembrana langsung melakukan pencarian. Penyisiran dilakukan dengan menyasar wilayah perairan dari Gilimanuk hingga Pengambengan.
Suparta mengatakan, pencarian hingga Kamis masih belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
"Masih nihil (hasil pencarian). Semoga bisa segera ditemukan," jelasnya.
Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan SAR Jembrana, Dewa Putu Hendri Gunawan, mengatakan personel langsung bergerak setelah menerima informasi terkait kejadian tersebut.
Penyisiran dilakukan sepanjang jalur perairan Gilimanuk hingga Pengambengan. Namun, upaya pencarian menghadapi kendala kondisi cuaca, terutama angin yang cukup kencang di wilayah perairan.
"Kita lakukan pencarian dari Gilimanuk sampai Pengambengan. Namun masih belum ada hasil. Selama proses pencarian kita juga terkendala cuaca angin kencang di perairan," jelas Hendri.
Tim SAR Gabungan masih melanjutkan upaya pencarian dengan memperhatikan perkembangan kondisi cuaca dan situasi perairan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....