Jenazah WNA Polandia Ditemukan di Pantai Air Kuning
- 08 Sep 2026 12:58 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Negara – Jenazah warga negara Polandia, Marcin Dawid Ryzycki, yang sebelumnya dilaporkan hilang saat mandi di Pantai Tembles, Kabupaten Jembrana, akhirnya diserahkan kepada pihak yang mewakili keluarga, Senin, 7 September 2026.
Penyerahan dilakukan jajaran Polres Jembrana di Kamar Jenazah RSUD Negara sekitar pukul 09.00 WITA. Jenazah selanjutnya dibawa untuk menjalani proses kremasi sesuai keputusan pihak keluarga.
Marcin sebelumnya dilaporkan hilang setelah mandi di Pantai Tembles, Banjar Anyar Tembles, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, pada Minggu, 30 Agustus 2026 sekitar pukul 19.00 WITA.
Upaya pencarian dilakukan setelah laporan kehilangan diterima. Beberapa hari kemudian, masyarakat menemukan jasad korban di pesisir Pantai Air Kuning, Desa Air Kuning, Kecamatan Jembrana, Rabu, 2 September 2026 sekitar pukul 16.00 WITA.
Setelah ditemukan, jenazah menjalani proses penanganan dan identifikasi oleh pihak berwenang. Tahapan tersebut dilakukan sebelum jenazah diserahkan kepada pihak yang mendapat kuasa dari keluarga korban.
Kasat Polairud Polres Jembrana AKP I Putu Suparta mengatakan, penyerahan jenazah dilakukan setelah seluruh tahapan penanganan sesuai prosedur selesai.
“Penyerahan jenazah dilakukan kepada pihak yang menerima kuasa dari keluarga korban untuk selanjutnya dilakukan proses pemakaman atau kremasi sesuai dengan keputusan dan permintaan keluarga,” ujarnya.
Dalam proses penanganan tersebut, keluarga korban menyatakan menolak dilakukan autopsi. Setelah proses administrasi dan penanganan selesai, jenazah kemudian dibawa menuju Krematorium Bahagia, Desa Pekutatan, Kecamatan Pekutatan, Jembrana.
Penyerahan jenazah dilakukan langsung oleh AKP I Putu Suparta didampingi Ps. Kanit Gakkum Sat Polairud Polres Jembrana I Komang Juniantara, S.H., serta Ps. Kaur Identifikasi Satreskrim Polres Jembrana Aiptu I Putu Budiarta.
AKP I Putu Suparta menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Ia memastikan proses penanganan hingga penyerahan jenazah berjalan dengan aman, tertib, dan tetap mengedepankan aspek kemanusiaan.
“Kami menyampaikan turut berduka cita kepada keluarga korban. Kami juga memastikan proses penanganan dan penyerahan jenazah dapat berjalan dengan aman, tertib dan sesuai ketentuan,” katanya.
Peristiwa tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat dan wisatawan untuk lebih berhati-hati ketika beraktivitas di kawasan pantai. Kondisi cuaca dan gelombang laut dapat berubah sewaktu-waktu sehingga aspek keselamatan perlu menjadi perhatian utama.
Kasat Polairud mengimbau masyarakat maupun wisatawan tidak memaksakan diri berenang atau mandi ketika kondisi laut dinilai tidak aman.
“Pantai memiliki potensi bahaya yang harus diwaspadai. Kami mengimbau masyarakat dan wisatawan agar tidak memaksakan diri berenang atau mandi ketika kondisi laut tidak memungkinkan dan selalu memperhatikan arahan petugas maupun tanda-tanda keselamatan di kawasan pantai,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....