Revitalisasi PPN Pengambengan Diminta Libatkan Tenaga Lokal

  • 11 Sep 2026 08:17 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Negara – Revitalisasi Pelabuhan Perikanan Nasional (PPN) Pengambengan di Kabupaten Jembrana diharapkan tidak hanya menghasilkan pembangunan fisik, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat. Pemerintah Kabupaten Jembrana meminta seluruh proses pembangunan dilakukan secara profesional agar tidak menyisakan persoalan di kemudian hari.

Hal tersebut disampaikan Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan saat sosialisasi revitalisasi PPN Pengambengan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan sejumlah pemangku kepentingan di Ballroom Gedung Ir. Soekarno Jembrana, Kamis, 10 September 2026.

Kembang menyambut baik dimulainya proyek tersebut dan mengapresiasi pemerintah pusat serta kementerian yang telah mengawal rencana pengembangan PPN Pengambengan hingga memasuki tahap pelaksanaan.

Namun, ia mengingatkan agar pelaksanaan proyek tidak hanya berorientasi pada penyelesaian pekerjaan konstruksi. Berbagai potensi persoalan sosial, lingkungan, maupun ketenagakerjaan menurutnya perlu diantisipasi sejak awal.

"Pernah ada pengalaman dulu usai ada proyek besar di Pengambengan, ada bahan material tidak dibayar oleh pemborong dan ada juga istri orang orang hilang, jangan sampai ini terjadi lagi," harapnya.

Salah satu hal yang menjadi perhatian Bupati adalah kondisi akses keluar-masuk kapal nelayan tradisional. Ia mengusulkan pengerukan mulut kolam labuh menjadi salah satu pekerjaan yang diprioritaskan karena kawasan tersebut mengalami pendangkalan akibat sedimentasi.

“Kami sarankan tadi di awal pengerjaan proyek itu diawali dulu dengan pengerukan mulut kolam labuh. Di sana ada pendangkalan, sedimentasi, supaya dikeruk sehingga kapal-kapal yang selama ini sulit masuk bisa masuk,” katanya.

Selain akses nelayan, aspek lingkungan juga diminta menjadi bagian dari perencanaan pembangunan. Kembang menyoroti persoalan drainase dan aliran air di sekitar kawasan PPN Pengambengan yang selama ini berpotensi menimbulkan genangan.

“Mereka sudah paham betul situasinya sehingga nanti aliran banjir itu bisa ditangani,” ujarnya.

Pemkab Jembrana juga mendorong agar proyek revitalisasi tersebut membuka kesempatan kerja bagi masyarakat lokal. Kembang menilai keterlibatan tenaga kerja asal Jembrana penting agar manfaat pembangunan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar.

Ia meminta kontraktor memperhatikan hubungan kerja dengan pekerja maupun subkontraktor, termasuk memastikan seluruh kewajiban pembayaran diselesaikan secara profesional.

“Yang tidak kalah penting, saya juga memberikan masukan tadi, memanfaatkan potensi lokal, tenaga kerja lokal. Termasuk jangan sampai proyek ini meninggalkan masalah,” tegasnya.

Menurut Kembang, pengembangan PPN Pengambengan memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi baru di Jembrana. Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi salah satu peluang, namun ia menilai dampak ekonomi yang lebih luas jauh lebih penting.

“Potensi PAD bagi kami penting, tetapi yang paling penting bagaimana dampak ekonomi, multiplier effect, terhadap keberadaan proyek ini,” ujarnya.

Ia memperkirakan pengembangan kawasan pelabuhan akan mendorong tumbuhnya berbagai kegiatan ekonomi pendukung. Mulai dari industri pengolahan hasil perikanan, pembangunan fasilitas usaha, hingga meningkatnya kebutuhan tenaga kerja.

“Akan banyak sekali terbangun pabrik, dibutuhkan tenaga kerja, akan dibutuhkan banyak sekali orang datang. Tentu kita melihat potensi itu dan seterusnya,” pungkasnya.

Pemkab Jembrana berharap revitalisasi PPN Pengambengan dapat berjalan lancar dengan tetap memperhatikan kepentingan nelayan, masyarakat sekitar, lingkungan, serta potensi ekonomi daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....