Bawaslu Ajak Mahasiswa IAHN Mpu Kuturan Pahami Etika Penyelenggara Pemilu
- 10 Sep 2026 09:26 WIB
- Singaraja
Poin Utama
- Bawaslu menyelenggarakan Program Bawaslu Membelajarkan Volume II pada 9 September 2026 untuk mahasiswa IAHN Mpu Kuturan Singaraja dengan fokus pada etika penyelenggara pemilu.
- Program ini mengusung tema 'Ekosistem Kolaborasi untuk Menuju Pengawasan 2029' sebagai ruang pembelajaran mengenai nilai dasar etika, independensi, dan profesionalisme dalam penyelenggaraan pemilu.
- Pemahaman etika penyelenggara pemilu kepada generasi muda dipandang penting sebagai fondasi dalam menjaga kualitas demokrasi Indonesia.
RRI.CO.ID, Singaraja - Pemahaman mengenai etika penyelenggara pemilu terus diperluas kepada generasi muda. Melalui program Bawaslu Membelajarkan Volume II, mahasiswa Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja diajak memahami pentingnya nilai dasar etika, independensi, dan profesionalisme dalam penyelenggaraan pemilu.
Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (9/9/2026) tersebut mengusung tema "Ekosistem Kolaborasi untuk Menuju Pengawasan 2029". Program ini menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dekat berbagai aspek pemilu, khususnya mengenai etika penyelenggara pemilu yang menjadi salah satu fondasi dalam menjaga kualitas demokrasi.
Ketua Bawaslu Buleleng, I Kadek Carna Wirata, mengatakan pemahaman mengenai etika penyelenggara pemilu penting dikenalkan sejak dini kepada generasi muda. Menurutnya, setiap kontestasi pemilu selalu diwarnai beragam kepentingan sehingga penyelenggara harus mampu menjaga sikap dan menjalankan tugas sesuai prinsip yang berlaku.
"Setiap kontestasi selalu ada kepentingan. Karena itu, penyelenggara pemilu harus mampu menjaga nilai dasar etika, independensi dan profesionalisme dalam menjalankan tugasnya," ujarnya.
Carna menambahkan, pemahaman tentang pemilu juga perlu dibangun melalui informasi yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan. Untuk itu, Bawaslu Buleleng menghadirkan Bawaslu Membelajarkan sebagai sarana pembelajaran yang dapat menjangkau masyarakat, terutama kalangan generasi muda.
Ia mendorong mahasiswa memanfaatkan materi tentang pemilu yang tersedia melalui kanal digital Bawaslu Buleleng, termasuk YouTube dan berbagai media sosial. Kehadiran materi tersebut diharapkan membuat pembelajaran tentang pemilu tidak berhenti pada kegiatan tatap muka, tetapi dapat dipelajari kapan saja.
"Bawaslu Membelajarkan ini kami hadirkan agar informasi mengenai kepemiluan dapat dipelajari lebih luas. Mahasiswa dapat memanfaatkannya sebagai referensi untuk memahami pemilu dan penyelenggaraannya," kata Carna.
Program Bawaslu Membelajarkan kepada mahasiswa IAHN Mpu Kuturan menjadi bagian dari upaya Bawaslu Buleleng memperluas literasi tentang pemilu menuju Pemilu 2029. Dengan semakin banyak generasi muda yang memahami etika, independensi, dan profesionalisme penyelenggara, diharapkan pengawasan serta partisipasi masyarakat dalam menjaga kualitas demokrasi dapat semakin kuat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....