Dari Kendala jadi Juara: Kisah Pemenang Sayembara Nama Titik Nol Singaraja
- 03 Agt 2026 08:58 WIB
- Singaraja
Poin Utama
- Kadek Dika Wirawan, mahasiswa berusia 22 tahun dari IAHN Mpu Kuturan Singaraja, memenangkan sayembara penamaan ikon Titik Nol Singaraja dengan mengalahkan 867 peserta lainnya.
- Nama pemenang Praja Mandala Singa Ambara Raja menggabungkan filosofi tata ruang Bali dan sejarah lokal sebagai identitas baru jantung Kota Singaraja.
- Ikon baru Titik Nol Singaraja diresmikan pada tanggal 29 Juli 2026, dan Dika mengikuti sayembara meskipun sedang sibuk menyusun skripsi.
RRI.CO.ID, Singaraja - Di tengah kesibukan menyusun skripsi, Kadek Dika Wirawan, seorang mahasiswa berusia 22 tahun dari IAHN Mpu Kuturan Singaraja, sukses mengalahkan 867 peserta lain dalam sayembara penamaan ikon baru Titik Nol Singaraja. Mengusung nama Praja Mandala Singa Ambara Raja, Dika meracik filosofi tata ruang Bali dan sejarah lokal menjadi identitas baru jantung Kota Singaraja yang diresmikan pada 29 Juli 2026.
"Kendala sedang menyusun skripsi tapi setelah diskusi dengan Orangtua akhirnya saya mengikuti sayembara ini," ujar Dika saat hadir di dialog Pos Jaga Pro 2 RRI Singaraja Jumat, 31 Juli 2026.
Dika merupakan mahasiswa semester VIII Program Studi Ilmu Komunikasi Hindu. Di tengah kesibukan menyusun skripsi dan keterbatasan waktu persiapan, dia bertekad menuangkan kecintaannya pada Buleleng.
"Sekitar 2 minggu lah untuk menemukan nama ini," ucapnya.
Dia pun harus memeras otak merangkai kata yang pas di tengah 868 total usulan yang masuk ke panitia. Dika menyebut Praja berarti pemerintah atau bentuk pengabdian kepada masyarakat. Sementara itu Mandala merujuk pada kawasan atau wilayah pusat kehidupan yang seimbang. Frasa Singa Ambara Raja dipertahankan sebagai simbol leluhur dan jati diri masyarakat Buleleng.
"Alih-alih menghilangkannya saya tetap memakai Singa Ambara Raja," kata Dika.
Dika mengharapkan kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja mampu menjadi lokasi nyaman dan mempererat rasa cinta masyarakat kepada kota Singaraja. Tak lupa Dika berpesan kepada pengunjung agar tetap menjaga kebersihan, keamanan, keindahan dan keasrian lokasi mengingat belakangan viral masyarakat yang membuang sampah sembarangan.
Sementara itu bagi pemerintah Dika berharap agar melakukan pembangunan untuk dinikmati masyarakat sekitar sebagai bukti kemajuan kota Singaraja. Kawasan ini diharapkan tidak hanya menjadi titik nol geografi, tetapi juga ruang interaksi seni dan budaya warga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....