Matchmaking Buka Peluang UMKM Masuki Ritel Modern
- 09 Sep 2026 23:02 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Buleleng mempertemukan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan sejumlah pelaku usaha besar melalui kegiatan Matchmaking (Temu Usaha). Kegiatan ini menjadi salah satu upaya memperkuat kemitraan usaha sekaligus mendorong investasi yang inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Buleleng.
Kegiatan berlangsung di Hotel Banyualit, Lovina, Rabu, 9 September 2026, dengan melibatkan sekitar 30 pelaku UMKM di Buleleng. Dalam kegiatan tersebut, UMKM diberikan kesempatan untuk memperkenalkan produk sekaligus membuka peluang kerja sama dengan pelaku usaha yang memiliki jaringan pasar lebih luas.
Ketua Panitia, Ni Made Ayu Dwi Asrini, mengatakan kegiatan tersebut dilatarbelakangi keinginan pemerintah daerah untuk mendorong peningkatan produktivitas dan daya saing UMKM. Penguatan dilakukan tidak hanya dari sisi produk, tetapi juga promosi dan akses pasar.
| Baca juga: Pameran Semarak Jembrana 2026 Resmi Dibuka |
“Kami ingin ada peningkatan produktivitas dan daya saing, sehingga produk-produk yang dimiliki UMKM lebih dikenal luas oleh masyarakat,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, pemerintah daerah menggandeng empat pelaku usaha besar, yakni PT Indomarco Prismatama (Indomaret), Kembang Sari Artha (KSA), Arta Sedana, dan Cahaya Baru. Menurut Ni Made Ayu Dwi Asrini, kerja sama tersebut diharapkan membuka akses pasar sekaligus memberikan kesempatan bagi produk UMKM untuk berkembang dan naik kelas.
Ia menyebut kegiatan Temu Mitra Usaha tersebut telah memasuki pelaksanaan kelima dan digelar secara rutin setiap tahun. Pemerintah daerah melalui kegiatan ini berperan memfasilitasi pertemuan antara UMKM dengan pelaku usaha besar untuk membangun peluang kemitraan.
Sementara itu, Development Manager PT Indomarco Prismatama, Yohanes Imanuel, menyampaikan dukungan terhadap kegiatan yang memberikan ruang bagi UMKM untuk berkembang. Ia mengatakan Indomaret memiliki divisi yang secara khusus menangani pengembangan sektor mikro ekonomi dan UMKM.
Menurut Yohanes, salah satu hal penting yang perlu dipersiapkan UMKM untuk dapat masuk ke jaringan Indomaret adalah kelengkapan perizinan, khususnya P-IRT dan BPOM. Persyaratan tersebut menjadi bagian penting sebelum produk dapat mengikuti tahapan selanjutnya.
Ia menilai UMKM yang saat ini telah masuk ke jaringan Indomaret, khususnya di Bali, menunjukkan perkembangan yang cukup baik dan mampu memenuhi kebutuhan pasokan yang dipersyaratkan.
Yohanes berharap pelaku UMKM di Bali terus meningkatkan kreativitas dan inovasi. Ia juga mengingatkan pelaku usaha untuk tidak mudah menyerah dalam mengembangkan bisnis.
“Jangan patah semangat karena semuanya ada prosesnya. Tetap semangat UMKM yang ada, khususnya di Bali,” ucapnnya berpesan.
Apresiasi terhadap kegiatan Matchmaking disampaikan salah satu pelaku UMKM Buleleng, Vidya Prama Suganda. Ia menilai pertemuan dengan pelaku usaha besar memberikan manfaat, terutama bagi UMKM yang selama ini menghadapi kendala dalam hal branding dan pemasaran.
"Kegiatan ini membantu UMKM bertemu langsung dengan calon mitra usaha. Produk yang berhasil melewati proses kurasi juga berpeluang mendapatkan ruang pemasaran melalui jaringan usaha yang lebih besar," ucap pemilik Ry Kitchen Bali ini.
Ia berharap dukungan terhadap UMKM dapat terus diperluas sehingga semakin banyak pelaku usaha lokal memperoleh kesempatan untuk berkembang.
Vidya menilai pertumbuhan UMKM memiliki dampak lebih luas terhadap perekonomian. Ketika UMKM berkembang, peluang penciptaan lapangan kerja turut meningkat dan pada akhirnya dapat mendorong pemerataan serta kesetaraan ekonomi di masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....