Sukun hingga Jukut Undis Jadi Primadona di Lomba Pangan Lokal Buleleng
- 20 Agt 2026 14:24 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Kekayaan pangan lokal Buleleng kembali mendapat panggung dalam Lomba Kreasi Pangan Lokal 2026 yang digelar di Lapangan Parkir Timur Kantor Bupati Buleleng, Kamis 20 Agustus 2026. Sebanyak 18 peserta dari kalangan pelaku usaha kuliner dan pelajar SMA/SMK jurusan tata boga beradu kreativitas menciptakan hidangan berbahan baku asli Buleleng dalam rangkaian Buleleng Festival.
Lomba dibuka langsung oleh Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra didampingi Wakil Bupati Gede Supriatna. Kegiatan ini merupakan kolaborasi Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan dengan Indonesian Chef Association (ICA) BPC Buleleng untuk mendorong lahirnya inovasi kuliner berbasis komoditas lokal.
Peserta dibagi dalam dua kategori. Kategori umum yang diikuti pelaku usaha diwajibkan mengolah jukut undis dan sudang lepet, sementara kategori pelajar SMK ditantang menghadirkan olahan sukun modern yang memiliki nilai jual lebih tinggi tanpa meninggalkan cita rasa khas daerah.
Dalam sambutannya, Bupati Sutjidra menegaskan lomba tersebut bukan sekadar kompetisi memasak. Menurutnya, kegiatan ini menjadi bagian dari strategi memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan konsumsi dan pemanfaatan pangan lokal sebagai kekuatan ekonomi masyarakat.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Buleleng dalam memperkuat ketahanan pangan daerah melalui percepatan penganekaragaman konsumsi pangan berbasis potensi sumber daya lokal. Kita ingin masyarakat semakin mengenal, mencintai, mengonsumsi, dan mengembangkan pangan lokal sebagai bagian dari budaya hidup sehat sekaligus penguatan ekonomi daerah,” ujarnya.
Sutjidra juga menerapkan aturan ketat dalam perlombaan. Seluruh bahan baku yang digunakan peserta wajib berasal dari Kabupaten Buleleng dan diperiksa langsung oleh tim juri dari ICA sebelum proses memasak dimulai untuk memastikan keaslian produk lokal.
“Tidak boleh ada yang interlokal maupun internasional. Jadi betul-betul ini lokal, sehingga nanti jurinya betul-betul bisa menilai ini apakah asli Buleleng atau nanti impor dari luar,” tegasnya.
Ia menilai Buleleng memiliki kekayaan pangan yang sangat melimpah, mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan hingga perikanan. Potensi tersebut, katanya, akan memiliki nilai ekonomi lebih tinggi apabila diolah menjadi produk kuliner yang inovatif, aman dikonsumsi, bergizi, dan mampu bersaing di pasar.
“Potensi tersebut akan memberikan nilai tambah apabila mampu diolah menjadi produk yang inovatif, memiliki cita rasa yang baik, aman dikonsumsi, bernilai gizi, dan memiliki daya saing di pasar,” katanya.
Di hadapan para peserta, Sutjidra mengajak agar lomba dijadikan ruang belajar dan membangun jejaring usaha, bukan sekadar mengejar gelar juara. Ia berharap berbagai kreasi yang lahir dapat berkembang menjadi produk unggulan Buleleng yang mampu membuka peluang usaha dan menciptakan lapangan kerja baru.
“Menang atau kalah bukanlah tujuan utama. Yang terpenting adalah lahirnya inovasi baru yang mampu meningkatkan nilai tambah komoditas lokal, membuka peluang usaha, menciptakan lapangan kerja, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Buleleng,” ucapnya.
Sebagai bentuk komitmen, Pemkab Buleleng juga terus mendorong pemberdayaan petani dan penguatan UMKM pangan lokal. Ke depan, pemerintah akan menjalin kerja sama dengan PHRI Buleleng agar hotel dan restoran di daerah tersebut semakin banyak menggunakan produk UMKM serta bahan pangan lokal sebagai bagian dari rantai ekonomi daerah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....