TIMPORA Buleleng Sisir Tiga Lokasi, 124 TKA Dipastikan Taat Aturan
- 27 Agt 2026 14:30 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA) Kabupaten Buleleng bersama Kantor Imigrasi Kelas II TPI Singaraja menggelar operasi gabungan dengan menyasar tiga titik strategis di Kabupaten Buleleng. Hasil pemeriksaan memastikan aktivitas warga negara asing (WNA) dan tenaga kerja asing (TKA) berjalan sesuai ketentuan keimigrasian.
Operasi yang dilaksanakan pada 20 Agustus 2026 itu melibatkan 14 instansi, di antaranya Badan Kesbangpol, Disdukcapil, Kejaksaan Negeri Buleleng, hingga Pas Intel Kodim Buleleng. Pengawasan difokuskan di PLTU Celukan Bawang, Villa Bilabong Gerokgak, dan Singaraja Montessori School di Desa Panji Anom.
Di PLTU Celukan Bawang, tim gabungan melakukan pemeriksaan administrasi terhadap tenaga kerja asing. Dari hasil verifikasi, tercatat sebanyak 124 TKA pemegang KITAS bekerja di berbagai posisi dan seluruh dokumen dinyatakan tertib tanpa ditemukan indikasi pelanggaran keimigrasian.
Pemeriksaan kemudian berlanjut ke Villa Bilabong di Kecamatan Gerokgak. Tim memastikan properti tersebut telah beralih kepemilikan dari warga negara Australia kepada warga negara Indonesia sejak Maret 2025 dan kini difungsikan sebagai hunian pribadi, bukan untuk kegiatan komersial maupun penyewaan.
Sementara itu, Singaraja Montessori School juga menjadi bagian dari pengawasan lapangan. Tim mengonfirmasi sekolah yang berada di bawah Yayasan Pendidikan Sekolah Bali Mandiri tersebut tidak mempekerjakan tenaga kerja asing, dengan komposisi 70 siswa yang didominasi warga negara Indonesia.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Singaraja, Anak Agung Gde Kusuma Putra, menegaskan operasi gabungan menjadi bentuk sinergi lintas instansi dalam menjaga kepatuhan hukum di wilayah Buleleng. Menurutnya, hasil pemeriksaan menunjukkan tingkat kepatuhan administrasi yang patut diapresiasi meski pengawasan tetap akan diperkuat.
“Operasi gabungan ini merupakan wujud nyata sinergi dan deteksi dini dari 14 instansi di Kabupaten Buleleng. Meski tidak ditemukan pelanggaran yang menonjol, pengawasan berkala dan pemutakhiran data akan terus kami tingkatkan untuk mengantisipasi potensi kerawanan di masa mendatang,” ujarnya pada Kamis, 26 Agustus 2026.
Secara keseluruhan, operasi berlangsung aman dan lancar dengan seluruh objek pengawasan dinyatakan memenuhi ketentuan administrasi. TIMPORA Buleleng menyatakan hasil operasi ini akan menjadi dasar evaluasi untuk menentukan sasaran pengawasan berikutnya sekaligus memperkuat pertukaran informasi antarinstansi di masa mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....