Energi Surya Dukung Konservasi di Pulau Menjangan
- 07 Sep 2026 20:32 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Pemanfaatan energi surya mulai diterapkan di Pulau Menjangan, kawasan Taman Nasional Bali Barat, untuk mendukung kebutuhan listrik sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Program tersebut diinisiasi Avirama Foundation yang berbasis di Buleleng. Hal tersebut disampaikan Direktur Avirama Foundation, Gede Herry Arum Wijaya, saat berdialog bersama penyiar Wira dalam program Pos Jaga Pro 2 RRI Singaraja.
Dalam dialog tersebut, Gede Herry menjelaskan Pulau Menjangan belum terhubung dengan jaringan listrik PLN. Kondisi itu membuat petugas atau ranger yang berjaga di kawasan konservasi harus mengandalkan generator set atau genset untuk memenuhi kebutuhan listrik. Penggunaan genset membutuhkan bahan bakar yang harus dibawa dari daratan sekaligus menghasilkan kebisingan dan emisi.
Menurut Gede Herry, kondisi tersebut menjadi perhatian karena Pulau Menjangan merupakan kawasan konservasi yang menjadi habitat berbagai satwa, termasuk rusa. Suara genset yang digunakan dalam waktu lama dinilai dapat mengganggu lingkungan dan perilaku satwa di kawasan tersebut. Karena itu, pemanfaatan energi surya dipilih sebagai alternatif sumber energi yang lebih ramah lingkungan.
Sistem energi surya yang dipasang memiliki kapasitas sekitar 5,5 kilowatt peak atau kWp. Panel surya memanfaatkan sinar matahari untuk menghasilkan listrik pada siang hari, kemudian energi tersebut disimpan dalam baterai untuk digunakan pada malam hari. Sistem ini memungkinkan kebutuhan listrik di pos ranger tetap tersedia meskipun Pulau Menjangan tidak terhubung dengan jaringan PLN.
Keberadaan listrik tersebut juga mendukung tugas para ranger yang bertugas selama empat hari dalam satu kali pergantian. Energi listrik dapat dimanfaatkan untuk penerangan, kulkas, pengisian daya telepon seluler hingga akses internet untuk mendukung pelaporan. Ketersediaan listrik juga membantu petugas tetap berkomunikasi saat melakukan patroli dan mengawasi kawasan konservasi dari aktivitas ilegal.
Selain mengurangi kebisingan dan emisi, penggunaan energi surya juga dapat mengurangi kebutuhan bahan bakar genset. Kondisi tersebut sekaligus menekan risiko bahan bakar tumpah atau bocor selama proses pengangkutan menuju pulau yang dapat berdampak terhadap lingkungan laut. Program ini diharapkan menjadi bagian dari upaya mendorong penggunaan energi bersih yang memberikan manfaat bagi konservasi sekaligus mendukung aktivitas petugas di Pulau Menjangan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....